BIN : Tak Ada Perusakan Gereja
Rabu, 31 Agu 2005 16:30 WIB
Jakarta - Kabar telah terjadi perusakan gereja di wilayah Jawa Barat membuat Badan Intelijen Negara (BIN) turun tangan. Setelah dilakukan pengecekan lapangan, BIN mengambil kesimpulan, laporan KWI dan PGI kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hanya isapan jempol belaka."Saya tegaskan, tidak ada yang namanya perusakan tempat ibadah sampai saat ini. Kita sudah cek, jadi jangan memberikan laporan yang tidak ada buktinya," kata Kepala BIN Syamsir Siregar kepada detikcom di sela-sela rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR di Senayan, Jakarta, Rabu (31/8/2005).Menurut Syamsir, yang ada hanyalah perusakan rumah tinggal yang dijadikan tempat ibadah. BIN pun meminta jangan sampai ada pihak yang memberikan informasi yang bisa memperkeruh situasi antarumat beragama."Tidak ada sama sekali perusakan gereja itu, juga tidak ada pembakaran. Siapa yang membakar, tunjukkan buktinya, jangan mengarang-ngarang saja," tegasnya.Untuk kasus di Jawa Barat, menurut Syamsir, saat ini sudah diselesaikan. Mereka yang bertikai saat ini telah menyelesaikan kasus ini secara damai. "Masyarakat sudah bertemu dan berdialog dan sekarang sudah selesai," imbuhnya.
(jon/)











































