Gerindra: Hanya Pengkritik Reuni 212 yang Tak Suka Umat Islam Bersatu

Gerindra: Hanya Pengkritik Reuni 212 yang Tak Suka Umat Islam Bersatu

Robi Setiawan - detikNews
Senin, 03 Des 2018 20:56 WIB
Gerindra: Hanya Pengkritik Reuni 212 yang Tak Suka Umat Islam Bersatu
Foto: Reuni 212 Tahun 2017 (Dok. detikcom)
Jakarta - Sejumlah pihak mengkritik jalannya Reuni 212 yang digelar di Kawasan Monas, Jakarta, Minggu (2/12/2018). Para pengkritik menilai acara ini bermuatan politis dan tak murni atas prakarsa umat Islam.

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade, menilai kritik terhadap Reuni 212 tersebut tak berdasar. Menurutnya, kritik terhadap acara yang dihadiri peserta dari penjuru Tanah Air itu adalah bentuk ketakutan terhadap kebangkitan Umat Islam.

"Reuni 212 kemarin itu penuh semangat persatuan, kerukunan dan persaudaraan. Acara berlangsung tertib dan damai. Hanya pengkritik Reuni 212 yang tak suka Umat Islam bersatu," kata Andre dalam keterangan terrulis, Senin (3/12/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andre menilai, kritik bertubi-tubi yang dilayangkan kepada Reuni 212 seolah menunjukkan bahwa para pengkritik khawatir dengan gerkaan kebangkitan Umat Islam.


"Mungkin ada orang panik lihat jutaan umat datang. Orang-orang yang sejak awal terkesan menghalang-halangi acara 212," ujarnya.

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, banyaknya Umat Islam yang hadir di acara Reuni 212 menunjukkan bahwa Umat Islam tak takut pihak-pihak yang mencoba menghalang-halangi jalannya acara tersebut.

"Genderuwo yang bilang Reuni 212 bakal rusuh, bikin masyarakat ketakutan, yang mempersulit masyarakat untuk datang ke Monas. Toh, tuduhan yang ditebar tak terbukti. Reuni berjalan tertib, tak ada sampah berserakan, tak ada taman yang diinjak-injak," katanya.

(idr/prf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini