OSO Ingatkan Sebaran Potensi Hoax dari Ponsel

Muhammad Idris - detikNews
Senin, 03 Des 2018 17:51 WIB
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tujuh ratus orang dari Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (Hipakad), putra-putri Polisi, dan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia, memenuhi Gedung Nusantara V, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, Senin (3/12/2018). Mereka berada di gedung yang biasa digunakan Sidang Paripurna DPD untuk mengikuti Empat Pilar MPR.

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO), mengungkapkan para peserta dari Hipakad, putra-putri Polisi, dan mahasiswa mempunyai pandangan dan komitmen untuk menjaga ideologi bangsa dan negara. Apalagi di era ini, berbagai ideologi mudah tersebar ke seluruh anak bangsa melalui telepon seluler (ponsel).

"Ini yang harus diperkuat," ujar OSO seperti dikutip dalam keterangan tertulis, Senin (3/12/2018).

Pria yang juga menjadi Ketua DPD itu menyebut ponsel merupakan sarana yang dapat memudahkan pekerjaan namun sekaligus juga bisa menjerumuskan. Dengan ponsel pengguna dapat berkomunikasi dengan siapa saja dan kapan saja. Pengguna dapat membaca berita dari mana saja bahkan berbarengan dengan saat kejadian. Pengguna tidak hanya bisa membaca berita kiriman namun juga mampu menyebar berita atau informasi, baik itu fakta ataupun hoax.


"Bisa menjadi penyebar kebaikan sekaligus berpotensi penebar kebohongan. Melalui dunia maya anggota Hipakad memposting status benderaku Merah Putih, ungkapnya.

Sementara tantangan negatif penggunaan ponsel itulah yang menurut OSO membuat MPR semakin yakin penguatan nilai-nilai kebangsaan mutlak untuk dilakukan. Dijelaskan, tidak ada satu pun negara yang kuat tanpa ideologi. Negara juga tidak dapat berdiri jika rakyatnya tidak memahami dan mengimplementasikan ideologinya.

"Kami tidak ingin generasi penerus tidak mengenal dan mengerti ideologi bangsa dan negara. Tanpa persatuan mustahil ada kesejahteraan dan pembangunan," paparnya.

Ketua Umum Hipakad, Hariara Tambunan, menyebut meski Indonesia sebagai rumah bersama beragam suku, bahasa, dan agama hidup tersebar di ribuan pulau di bawah naungan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, namun bangsa ini tidak lepas dari berbagai ancaman persatuan dan kesatuan.


Dirinya mengharap nilai-nilai yang didapat harus diimplementasikan dalam keseharian. Dalam kesempatan tersebut, Hariara juga mengajak kepada peserta acara itu untuk memerangi hoax.

"Ancaman ini khususnya menyasar generasi muda. (Nilai-nilai Pancasila) jangan diingat dan dipahami hanya di dalam gedung ini saja," kata Hariara


Saksikan juga video 'Indonesia Hadapi Ancaman Serangan Cyber Hoax':

[Gambas:Video 20detik]

(idr/ega)