Hari AIDS Sedunia, PPP Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus

Hari AIDS Sedunia, PPP Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus

Tia Reisha - detikNews
Sabtu, 01 Des 2018 21:12 WIB
Hari AIDS Sedunia, PPP Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus
Foto: Dok PPP
Jakarta - Wakil Komisi IX DPR RI dari Fraksi PPP Ermalena menyebut saat ini penyebaran penyakit HIV AIDS cukup besar di Indonesia. Setidaknya ada 620 ribu orang yang terjangkit HIV AIDS (ODHA) di Tanah Air.

Ermalena pun meminta semua pihak, khususnya pemerintah untuk memberikan perhatian khusus pada kelompok masyarakat yang berisiko tinggi agar tidak tertular penyakit mematikan ini.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, banyak orang yang sebelumnya merasa aman dari HIV AIDS kini malah berisiko tinggi seperti ibu rumah tangga karena disebabkan suami mereka yang melakukan seks tidak aman dengan pasangan tidak resmi.

"Jumlah penderita HIV AIDS mencapai 620 ribu orang di Indonesia. Sebagian besar mereka berasal dari kelompok homoseksual dan transgender. Ini tentu memprihatinkan kita dan sebagian besar berada di Jakarta," kata Ermalena dalam keterangan tertulis, Sabtu (1/12/2018).

Penularan HIV AIDS ini, menurut Ermalena, seperti sebuah fenomena gunung es. Penyakit seakan menyebar tanpa terkendali dan bisa menyerang semua orang. Oleh karena itu, Ermalena meminta semua pihak, khususnya pemerintah melakukan langkah preventif dan promotif seperti rajin memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat agar terhindar dari penyakit ini.

"Untuk pemerintah perlu memberikan perhatian khusus. Preventif dan promotif menjadi sangat penting kepada kelompok yang beresiko tinggi agar tidak tertular," tambah legislator dari Daerah Pemilihan NTB ini.



Ermalena juga mengaku prihatin atas adanya pihak yang sebelumnya yakin terhindar dari penyakit ini malah tanpa sadar tertular padahal mereka telah melakukan seks yang aman. Misalnya para ibu rumah tangga yang tertular dari pasangan hidupnya.

"Ada juga ibu rumah tangga yang tertular sementara merasa sudah melakukan seks aman tapi juga terjangkit," jelas Ermalena.

Ia lantas meminta masyarakat untuk tidak mengucilkan ODHA karena penyakit ini tidak menular dari interaksi dengan mereka. Namun penularannya melalui pengunaan jarum suntuk bersama-sama dan hubungan seksual yang berisiko. (mul/ega)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads