Wah!!! Masakan Kambing di Indonesia Tetap Tinggi Lemak
Rabu, 31 Agu 2005 10:38 WIB
Jakarta - Jangan gegabah dulu! Meski penelitian di Amerika Serikat (AS) menyebutkan lemak jenuh (saturated fat) kambing lebih rendah daripada ayam, Anda sebaiknya tidak serampangan menyantapnya. Pasalnya, di Indonesia cara mengolah menu itu tetap menghasilkan masakan yang tinggi lemak.Ahli nutrisi Institut Pertanian Bogor (IPB) Dr Dedy Muchtadi menuturkan, pengolahan masakan kambing di Indonesia selalu menyertakan lemaknya. Tanpa disertai lemak kambing, daging ternak itu kurang terasa lezat. Beda dengan daging sapi atau ayam yang sudah enak dimasak tanpa disertai lemak. "Kalau daging kambing saja tidak enak. Maka itu masakan tradisonal kita, daging kambing selalu disertai lemaknya. Misalnya sate atau gule itu selalu ditambahi gajihnya," kata Dedy dalam perbincangan dengan detikcom pertelepon, Rabu (31/8/2005).Data Departemen Pertanian AS menyatakan, kadar lemak jenuh -- pemicu kolesterol -- daging kambing lebih rendah dibanding daging ayam. Disebutkan, kalori 3 ons daging kambing panggang ada pada angka 122, lemak (2,58 gram), lemak jenuh (0,79 gram), protein (23 mg), dan zat besi (3,3 gram). Sedangkan 3 ons daging ayam panggang kalorinya ada 120; lemak (3,5 gram); lemak jenuh (1,1 gram), protein (21 mg) dan zat besi (1,5 gram).Nah, menurut Dedy, temuan pakar AS itu tetap harus disiasati secara smart di Indonesia. Jangan memakan hasil temuan itu mentah-mentah. Jangan mentang-mentang tahu ada penelitian menyebut kadar lemak kambing lebih rendah dari ayam, terus jadi kemaruk makan olahan kambing. Smart menyantap olahan kambing artinya pintar menyeimbangkan kadar lemaknya dengan kadar serat. Dokter Dedy mencontohkan salah satu hal cara makan seimbang itu dilakukan orang Timur Tengah. "Di Arab Saudi itu makan kambing hampir tiap hari. Tapi tak ada masalah jantung di sana. Karena olahan kambing di sana banyak bumbu rempahnya sebagai antioksidannya," kata Dedy.Rempah-rempah itu mengandung antioksidan yang bisa mencegah timbulnya penyakit jantung dan kolesterol. Antioksidan itu ada pada sayuran hijau, wortel, bawang-bawangan dan kunyit-kunyitan. Jadi makan kambing boleh-boleh saja. Bahkan bagi penderita hipertensi dan orang yang ingin menurunkan berat badan. Menyantap kambing tidak jadi masalah asalkan diimbangi dengan makan serat yang tinggi. "Misalnya kalau makan sate kambing, ya imbangilah dengan makan buah dan sayur," jelasnya.
(iy/)











































