BPJS TK Ajak CFO Club Indonesia Peduli Manfaat Jaminan Sosial

Robi Setiawan - detikNews
Jumat, 30 Nov 2018 23:24 WIB
Foto: Robi Setiawan/detikcom
Jakarta -

BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) terus melakukan sosialisasi kepada seluruh stakeholder untuk mewujudkan perlindungan bagi seluruh pekerja di Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menggelar CFO (Chief Financial Officer) Gathering & Sharing Session.

Direktur Keuangan BPJS Ketenagakerjaan Evi Afiatin menyampaikan BPJS TK terus mendorong agar stakeholder mendapatkan informasi manfaat program BPJS TK.

"Kita akan tetap dorong mereka semua supaya menjadi agen untuk sosialisasi. Kan nggak bisa oleh BPJS (TK) terus, kan. Kalau teman-teman semua tahu, kemudian mereka juga bisa saling memberi tahu kepada teman-teman yang lain," kata Evi seusai acara CFO Gathering & Sharing Session di Four Seasons Hotel, Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Menurut Evi, acara ini juga sebagai upaya sosialisasi agar para pemangku kebijakan ekonomi di perusahaan-perusahaan bisa memahami terkait pengembangan dana jaminan hari tua.


Selanjutnya Evi berharap paparan ini akan mendorong perusahaan untuk mendaftarkan karyawannya sesuai dengan kondisi sesungguhnya, baik itu jumlah upah yang diterima masing-masing karyawan, jumlah tenaga kerja yang bekerja pada institusinya, hingga pendaftaran pada semua program yang dimiliki BPJS TK.

"Mereka ini adalah orang-orang penting di perusahaannya yang juga orang-orang yang bisa memutus keputusan strategis dan meminta tolong kepada mereka, karena harus diakui masih ada yang memang mereka ada yang daftar sebagian, ada yang melaporkan upahnya belum sesuai. Tapi alhamdulillah ternyata teman-teman yang datang semuanya sudah patuh," jelasnya.

Turut hadir dalam acara ini CFO BASF Indonesia Prawira Atmadja. Ia berharap, setelah acara ini, CFO-CFO yang hadir berlanjut ke tahapan yang lebih formal atau legal. Caranya dengan membentuk asosiasi.

"Kan kalau kita bicara dengan instansi pemerintah agak sulit untuk menjadi partner, tapi dengan memformalkan itu, kita bisa menyuarakan concern apa dari sisi pelaku usaha, terutama yang terkait dengan keuangan untuk memberi masukan kepada pemerintah atau memberikan input-input dan sebagainya," jelas Prawira.


Acara-acara seperti ini, menurutnya, juga penting karena salah satu visi lain dari CFO adalah mengembangkan sumber daya manusia di bidang keuangan agar yang sekarang belum jadi CFO bisa menjadi CFO dengan kesiapan secara teknis maupun secara kompetensi yang lainnya.

(idr/prf)