ADVERTISEMENT

Saat Politikus Muda Bicara Kekuasaan dan Asa untuk Bangsa

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 30 Nov 2018 20:16 WIB
Politikus muda berbicara tentang kekuasaan dan asa untuk Indonesia. (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Keterlibatan kaum muda atau generasi milenial dalam politik saat ini tengah menjadi sorotan. Mulai bergabungnya para politikus muda hingga strategi kedua kubu pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk menggaet pemilih muda.

Wasekjen PAN Faldo Maldini mengatakan kesempatan anak muda dalam dunia politik terbuka lebar. Dengan terjun ke politik, anak muda bisa ambil peran dalam menggunakan kekuasaan untuk kebaikan yang lebih luas bagi masyarakat.

"Politik ini menurut kami adalah sebuah stage karier yang possible untuk siapa pun, yang selama ini diasumsikan untuk orang-orang yang punya duit, yang kaya raya, atau yang gimana-lah. Politik adalah posisi yang possible diambil oleh siapa pun setelah melewati stage kuliah atau stage kerjaan yang lain," kata Faldo dalam acara diskusi bertajuk 'Prospek Politik Kaum Muda' di Kafe Litera, Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (30/11/2018).


"Politik bukan hanya tentang menang, berkuasa, jadi caleg. Bagi kami, ini adalah momen bagaimana caranya power itu bisa diarahkan untuk hal-hal yang lebih baik. Bagaimana kita menciptakan pendidikan yang bagus, kesehatan yang bagus, tenaga kerja yang bagus, ekonomi yang bagus, dan macam-macam," imbuh jubir BPN Prabowo-Sandi ini.

Dalam diskusi yang digelar The Political Literacy Institute ini, hadir pula Ketua DPP PSI Tsamara Amany. Tsamara senang jika anak muda mulai peduli dengan pilihan politik mereka.

Menurut Tsamara, politikus muda bukan karena umur. Politikus muda juga mesti punya program untuk generasi muda.


"Yang saya tangkap adalah kita yang muda-muda itu mulai berbicara tentang program untuk anak muda. Artinya, kita bukan hanya bicara politikus muda karena kita muda, karena itu sudah mainstream banget. Politikus muda, kalau nggak bawa agenda untuk anak muda, ya sama saja dengan politikus tua lainnya," ungkap Tsamara.

Peneliti dari The Political Literacy Institute Muhamad Rosit juga mengungkapkan pentingnya kaum muda terjun ke politik. Menurutnya, anak muda yang terjun ke dunia politik bisa membawa inovasi dan gagasan-gagasan segar.

"Kalau kita bicara prospek politikus muda, anak muda itu identik dengan harapan masa depan bangsa, anak muda identik dengan kreativitas, inovasi, memiliki gagasan-gagasan segar. Ini saya pikir sudah satu paket," jelas Rosit. (azr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT