detikNews
Jumat 30 November 2018, 12:53 WIB

Aduan 'Tampang Boyolali' Disetop, Sandi: Prabowo Bicara Kesenjangan

Satria Kusuma - detikNews
Aduan Tampang Boyolali Disetop, Sandi: Prabowo Bicara Kesenjangan Foto: Sandiaga Uno Instagram
Jakarta - Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno bersyukur Bawaslu yang menghentikan laporan mengenai 'tampang Boyolali' yang pernah diucapkan capres Prabowo Subianto. Menurutnya, pernyataan Prabowo soal 'tampang Boyolali' itu memang tak melanggar aturan.

"Saya dari pertama menyerahkan kepada pihak Bawaslu dan yang berwenang untuk meneliti ya. Dan saya sendiri melihat ujaran tersebut tidak ada maksud yang digariskan oleh peraturan dan ketentuan," ujar Sandiaga di Bulungan, Jakarta Selatan, Jumat (30/11/2018).

"Jadi kami mensyukuri Bawaslu menemukan kalau itu tidak ada pelanggaran," katanya.


Sandiaga mengatakan, dengan dihentikannya laporan itu, menjadi pengingat bahwa apa yang disampaikan pasangannya itu untuk meyoroti adanya ketimpangan dan kesenjangan di masyarakat. Hal itu sebagai akibat tidak adanya lapangan pekerjaan dan kebijakan yang pro rakyat.

"Kalau itu tidak ada pelanggaran dan itu menjadi satu reminder bahwa kita yang diangkat oleh Pak Prabowo itu adalah ketimpangan dan kesenjangan. Ketimpangan dan kesenjangan itu salah satunya diakibatkan karena tidak adanya lapangan pekerjaan, tidak adanya kebijakan yang menghadirkan daya hidup yang lebih terjangkau," ujar Sandiaga.


Hal itulah, kata Sandiaga, yang menjadi fokus dia dan Prabowo. Dia bersama Ketum Partai Gerindra itu akan menghadirkan solusi atas ketimpangan dan kesenjangan yang saat ini ada di masyarakat.

"Kita akan meyakinkan masyarakat memenangkan hati dan pikiran emak-emak, milenial, bapak-bapak, semua agar luput dari kesenjangan itu adalah ketimpangan ekonomi yang disebabkan tidak adanya lapangan pekerjaan dan biaya hidup yang semakin membebani," tuturnya.


Perkara ini sebelumnya dilaporkan oleh Barisan Advokat Indonesia (Badi) karena menilai pidato itu mengandung penghinaan dan SARA. Bawaslu menilai pernyataan tersebut tidak masuk kegiatan kampanye.

"Pernyataan 'tampang Boyolali' tidak dalam kegiatan kampanye, tapi dalam kegiatan peresmian posko pemenangan paslon 02 di Kabupaten Boyolali. Peserta yang hadir kader partai pengusung paslon 02," ujar anggota Bawaslu, Ratna Dewi Pettalolo, Kamis (29/11).

Ratna juga mengatakan pernyataan Prabowo tersebut tidak termasuk bentuk penghinaan dalam kegiatan kampanye. Menurutnya, Bawaslu telah memeriksa pelapor dan terlapor dalam mengambil keputusan.


Saksikan juga video 'Sandiaga Bersyukur Kasus 'Tampang Boyolali' Disetop':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed