detikNews
Kamis 29 November 2018, 17:34 WIB

Ketum ICMI soal Reuni 212: Lama-lama Bisa Tak Produktif

Andhika Prasetia - detikNews
Ketum ICMI soal Reuni 212: Lama-lama Bisa Tak Produktif Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Ketum ICMI Jimly Asshiddiqie mengimbau massa Reuni Aksi 212 tidak harus mengedepankan jumlah untuk menggelar aksi. Menurutnya, aksi tersebut bisa berujung tidak produktif.

"Jadi politik kerumunan itu cukup untuk ekspresi aspirasi itu harus dihargai, semua orang harus menghargainya, cuma kalau terus-menerus berkali-kali pakai alumni, lama-lama itu tidak produktif. Jadi kita memberi nasihat walaupun sampai sekarang ini kita tidak boleh menyalahkan itu kan orang bebas berekspresi, berpendapat, boleh saja, cuma jangan terus-menerus," ujar Jimly di Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

"Itu dakwah yang tidak produktif. Dakwah yang produktif itu mengajak dengan simpati, mengajak dengan damai, dakwah itu maknanya mengajak lebih luas dari tablig," tuturnya.


Meski demikian, Jimly tidak dapat melarang diadakannya aksi tersebut. Ia hanya memberi saran kepada tokoh-tokoh untuk kembali ke jalan dakwah.

"Maka kalau boleh memberi saran kepada tokoh-tokoh masyarakat, kembalilah kepada semangat dakwah supaya kita memperbaiki dengan dakwah, jadi itu saran saya. Tapi tidak bisa saya larang," sebutnya.

Reuni 212 akan berlangsung di Monas, Jakarta Pusat, pada Minggu (2/12). Ketua Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) Slamet Maarif mengatakan reuni aksi 212 tidak jauh berbeda dengan aksi pada 2016.
(dkp/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed