Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi, Eni Saragih Tak Ajukan Eksepsi

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 13:13 WIB
Foto: Eni Maulana Saragih. (Ari Saputra)
Jakarta - Terdakwa kasus suap PLTU Riau-1, Eni Maulani Saragih didakwa menerima suap Rp 4,75 miliar dan gratifikasi sebesar Rp 6 miliar. Eni tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan tersebut.

"Kami tidak menyampaikan keberatan oleh (dakwaan) JPU, untuk tanggapan kepada JPU," kata Eni saat sidang di Pengadilan Negeri Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).




Dengan begitu, persidangan Eni bisa dilanjutkan ke pemeriksaan saksi. Sidang selanjutnya akan digelar pekan depan.

"Jadi sidang pemeriksaan saksi kita lanjutkan Selasa tanggal 4 Desember 2018," jelas hakim ketua, Yanto dalam persidangan.

Eni didakwa menerima suap Rp 4,75 miliar dari pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Duit itu diterima Eni untuk membantu Kotjo mendapatkan proyek di PLN.




Selain itu, Eni didakwa menerima gratifikasi sebesar Rp 5,6 miliar dan SGD 40 ribu (atau sekitar Rp 400 juta). Uang itu diterima Eni dari sejumlah direktur dan pemilik perusahaan di bidang minyak dan gas (migas).

Eni dijerat dengan Pasal 12 huruf a dan Pasal 11 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.


Saksikan juga video 'KPK Telusuri Aliran Suap Eni Saragih':

[Gambas:Video 20detik]

(zap/zak)