Kunjungan Kalla Dipersingkat, Besok Kembali ke Tanah Air
Selasa, 30 Agu 2005 17:18 WIB
Jakarta - Putusan mendadak diambil oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla yang tengah berada dalam perjalanan ke Cina. Setelah mendapat laporan dari Menko Perekonomian Aburizal Bakrie mengenai nilai tukar rupiah yang mencapai Rp 11.000 per dollar AS, Kalla memutuskan untuk balik ke tanah air Rabu sore, 31 Agustus."Keputusan diambil saat Wapres dan rombongan transit di Hong Kong. Wapres mendapat informasi dolar tembus Rp 12.000. Setelah itu mendapat laporan dari Pak Aburizal Bakrie. Dari situ Pak Kalla segera menghubungi Gubernur BI dan menelepon 2-3 pengusaha besar di Indonesia. Dan alhamdulillah dolar turun Rp 10.600," kata Mukhlis, Press Officer Wapres Jusuf Kalla, saat dihubungi detikcom melalui sambungan telepon, Selasa (30/8/2005). Setelah memutuskan untuk mempersingkat kunjungan ke Cina dan membatalkan kunjungan ke Jepang, Kalla segera menggelar jumpa pers di dalam pesawat menuju Cina. "Kunjungan ini memang sangat penting sekali karena menindaklanjuti dan merealisasikan kunjungan Presiden beberapa waktu lalu. Namun ini masalah psikologis, sehingga perlu sense of crisis and unity dalam menghadapi krisis moneter," ujar Kalla seperti dikutip Mukhlis.Sense of unity yang dimaksud adalah terkait dengan adanya beberapa menteri yang ikut dalam rombongan Kalla, sehingga diharapkan semua menteri nantinya bisa ikut menyelesaikan masalah ini bersama-sama. Dengan demikian, rencana kunjungan ke Cina hanya selama satu hari. Otomatis seluruh angenda akan dipadatkan, termasuk bertemu dengan pengusaha-pengusaha besar di Cina, sehingga sore hari bisa kembali ke tanah air. Sedangkan kunjungan ke Jepang otomatis batal. Dijadwalkan Kamis dinihari, 1 September, Kalla dan rombongan yang berjumlah 108 orang itu tiba di tanah air.
(jon/)











































