2 Kali Eni Minta Duit Ditolak Kotjo, Akhirnya Minta Idrus Turun Tangan

Faiq Hidayat, Haris Fadhil, Zunita Putri - detikNews
Kamis, 29 Nov 2018 12:14 WIB
Eni Maulani Saragih (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Permintaan uang oleh mantan anggota DPR Eni Maulani Saragih dua kali ditolak pengusaha Johanes Budisutrisno Kotjo. Eni meminta duit kepada Kotjo untuk kepentingan suaminya, M Al Khadziq, yang maju sebagai calon Bupati Temanggung.

Awalnya Eni mengirim pesan WhatsApp ke Kotjo meminta Rp 10 miliar. Namun Kotjo menolaknya.

"Johanes Budisutrisno Kotjo menolak permintaan tersebut dengan mengatakan, 'Saat ini cashflow lagi seret,'" ucap jaksa KPK saat membacakan surat dakwaan Eni dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Kamis (29/11/2018).

Kotjo merupakan pemilik saham Blackgold Natural Resources Ltd (BNR) yang ingin mendapat proyek di PLN tetapi awalnya kesulitan akses dengan PLN. Eni membantu Kotjo berkenalan dengan Direktur Utama PLN Sofyan Basir.






Saat Eni meminta uang Rp 10 miliar itu, ada masalah kesepakatan dengan investor dari China yang digandeng Kotjo, yaitu Huadian Engineering Company Limited (CHEC Ltd), sehingga keinginan Kotjo mendapat proyek itu belum terjadi. Namun Eni kembali meminta duit demi kepentingan suaminya lagi ke Kotjo.

"Namun Johanes Budisutrisno Kotjo kembali menolaknya dengan menyatakan, 'Harus cari pinjaman mendadak dari bank, kita cashflow lagi keteteran gara-gara mau Lebaran,'" kata jaksa.

Lantaran mendapat penolakan dari Kotjo sebanyak dua kali, Eni pun mengajak Idrus Marham, yang saat itu menjabat Plt Ketua Umum Golkar, untuk menemui Kotjo. Idrus pun bersedia membantu Eni.

"Guna meyakinkan Johanes Budisutrisno Kotjo agar bersedia memberikan uang kepada terdakwa," ucap jaksa.

Idrus dan Eni pun menemui Kotjo langsung. Pertemuan itu berlanjut dengan Sofyan yang berbuah penandatanganan amendemen konsorsium untuk menggarap PLTU Riau-1.

"Johanes Budisutrisno Kotjo akhirnya memerintahkan Audrey Ratna Justianty (sekretaris pribadinya) untuk memberikan uang sejumlah Rp 250 juta kepada terdakwa," kata jaksa.

Setelah itu, sebenarnya Eni kembali meminta uang Rp 500 juta kepada Kotjo. Kali ini pemberian itu diamini Kotjo, tetapi setelah itu mereka ditangkap KPK dan uang Rp 500 juta tersebut disita. (dhn/fdn)