Api Beraksi 3 Babak, Kebakaran Pasar Melawai Diduga Disengaja

Api Beraksi 3 Babak, Kebakaran Pasar Melawai Diduga Disengaja

- detikNews
Selasa, 30 Agu 2005 16:14 WIB
Jakarta - Sejumlah pedagang di Pasar Melawai (sebelumnya tertulis Pasar PD Jaya-red), Blok M, Jakarta Selatan, menduga kebakaran yang terjadi di pasar yang dikelola PD Pasar Jaya itu disengaja oleh pihak tertentu. Sebab si jago merah sempat berkobar dalam tiga kesempatan. "Ini aneh kebakarannya. Api membesar dalam tiga babak, yakni pukul 11.00 WIB, pukul 15.00 WIB, dan pukul 19.00 WIB. Jadi apinya besar-kecil seolah-olah pemadaman hanya untuk mencegah menjalar ke gedung lain dan bukan mematikan api," kata Yudi, karyawan Swamitra, Selasa (30/8/2005) siang.Sementara itu Yeni, warga keturunan Tionghoa pemilik sebuah toko jam yang sempat menyelamatkan barang dagangannya, juga memperkirakan hal yang sama. "Kalau dibakar kan tidak ada ganti rugi. Jadi orang yang berencana membuat bangunan di sini tidak keluar banyak biaya," ujarnya.Padahal, lanjutnya, kalau pun disuruh pindah baik-baik, dirinya bersedia pindah dari tempat itu. "Api di tempat lain sengaja disulut," katanya.Ira, pemilik kios Andalan, yang sempat menyelamatkan sebagian besar dagangannya, juga menaruh kecurigaan yang sama. "Dulu enam bulan lalu sempat ada juga isu kalau Pasar Jaya mau dibakar. Waktu itu saya menyiapkan karung-karung dan mobil. Ternyata yang terjadi hanya kebakaran kecil yang tidak membahayakan. Sepertinya sekarang ini ada faktor kesengajaan," duganya.Ira bercerita dirinya sempat mengambil barang dagangannya sekitar pukul 10.30 WIB. Sebelumnya satpam tidak mengizinkan dia masuk, akan tetapi dirinya bersikeras tetap di depan pintu masuk. Namun ada juga pedagang yang mencoba berpikir positif. "Kalau soal sengaja dibakar, saya tidak tahu, yang penting diberi tempat penampungan sementara (TPS). Tapi api yang membesar karena banyaknya kompor gas di dalam gedung," kata Meme, pedagang kosmetik.Sejumlah pedagang belum bisa masuk ke gedung yang terbakar tersebut karena petugas keamanan masih belum memberikan izin. "Kami tidak boleh masuk karena takut ada yang ingin menjarah. Saya tidak tahu salah lihat atau tidak, tapi waktu menyelamatkan dagangan, ada petugas keamanan yang mengambil barang di toko," ujar seorang pedagang yang tak mau dipublikasikan namanya.Sejauh ini belum ada indikasi penjarahan. Namun pagi tadi sempat dipergoki pemulung mengambil sesuatu di dalam kios. Petugas keamanan masih melakukan investigasi. Hingga berita ini diturunkan, petugas keamanan sudah menyatakan titik api sudah tidak akan muncul kembali. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads