DetikNews
Selasa 27 November 2018, 20:58 WIB

Laporan Dari Karachi

Pascaserangan di Karachi, Pakistan Pastikan Situasi Kondusif

Arief Ikhsanudin - detikNews
Pascaserangan di Karachi, Pakistan Pastikan Situasi Kondusif Pemerintah Pakistan memastikan situasi kondusif setelah terjadinya serangan di Konsulat China pada Jumat (23/11). (Arief Ikhsanudin/detikcom)
Karachi - Konsulat China di Karachi diserang sekelompok orang bersenjata akhir minggu lalu. Pemerintah Pakistan menyatakan negaranya masih aman, termasuk untuk urusan bisnis.

"Di negara lain pun, sering terjadi penyerangan seperti itu, seperti tindakan kriminal lainnya," ucap Direktur Projek Sigdh Board of Investment Pakistan, Abdul Azeen Uaqailli, kepada wartawan di kantornya, Karachi, Selasa (27/11/2018).

Dia mengatakan Provinsi Sigdh tak terganggu oleh penyerangan tersebut. Dia menyebut aktivitas masyarakat kembali normal setelah kejadian pada Jumat (23/11) itu.


Direktur Projek Sigdh Board of Investment Pakistan, Abdul Azeen UaqailliDirektur Projek Sigdh Board of Investment Pakistan, Abdul Azeen Uaqailli (Arief Ikhsanudin/detikcom)

Abdul mengatakan pemerintah sudah bisa mengatasi gangguan keamanan. Kondisi saat ini lebih baik dibanding lima tahun lalu.

"Kalau lima tahun lalu memang iya. Tapi dua atau tiga tahun ini, pemerintah sudah bisa mengatasi. Militer pun melakukan patroli dan sebagainya," ucap Abdul.

Tapi Abdul mengakui Pakistan memiliki pekerjaan rumah untuk mengubah citra itu di mata dunia. Hal inilah yang sedang dikerjakan pemerintah Pakistan.

"Memang tidak mudah mengubah persepsi. Tapi kita sedang berusaha untuk itu," ucap Abdul.


Masalah kondisi keamanan ini pun diakui oleh Duta Besar Indonesia untuk Pakistan Iwan Suyudhie Amri. Menurutnya, gangguan keamanan tidak lepas dari lokasi geografis Pakistan.

Pasar dan tempat perbelanjaan di Karachi masih bukaPasar dan tempat perbelanjaan di Karachi masih buka (Arief Ikhsanudin/detikcom)

"Ini tidak lepas dari geopolitik dari Pakistan. Dekat dengan Afghanistan, Iran, India. Lihat kan (kondisi sekarang), sudah ada perubahan signifikan soal keamanan," ucap Iwan saat dimintai konfirmasi terpisah.

Iwan mengibaratkan lokasi Pakistan dengan perempuan cantik. Akan banyak orang yang mendekati dengan cara apa pun.

"Ini terlalu cantik, sehingga biasa, gadis cantik banyak yang meminang. Kalau tidak pandai pilih, bahaya," kata Iwan.


Pantauan detikcom di Karachi, pasar atau tempat perbelanjaan masih buka. Masyarakat pun tidak terpengaruh oleh adanya kejadian penyerangan itu.

Serangan ke Konsulat China ini telah diklaim oleh kelompok militan separatis asal Balochistan, Pakistan. Serangan ini dilakukan di tengah maraknya proyek investasi China di wilayah Pakistan.

"Kami telah melancarkan serangan ini dan aksi kami akan terus berlanjut," klaim juru bicara Tentara Pembebasan Balochistan (BLA), Geand Baloch, kepada AFP via telepon dari lokasi yang dirahasiakan, Jumat (23/11).

BLA merupakan salah satu kelompok militan yang beroperasi di Balochistan, yang merupakan provinsi terbesar tapi termiskin di Pakistan. Wilayah Balochistan memang selama ini banyak diwarnai gejolak antar-etnis, sektarian, dan separatis.
(aik/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed