DetikNews
Senin 26 November 2018, 17:16 WIB

Waspadai Serangan Siber saat Pemilu 2019, KPU Buat Jaringan Keamanan

Zunita Putri - detikNews
Waspadai Serangan Siber saat Pemilu 2019, KPU Buat Jaringan Keamanan Foto: Komisioner KPU Wahyu Setiawan. (Dwi-detikcom)
Jakarta - KPU saat ini berkoordinasi dengan lembaga negara terkait antisipasi penyerangan siber menjelang Pemilu 2019. Antisipasi yang dilakukan adalah membangun jaringan keamanan.

"Kami juga sudah menerima informasi dari berbagai pihak kita juga hasil komunikasi kita dengan lembaga penyelenggara pemilu di negara lain, setiap pemilu ada potensi serangan, kita sudah merapatkan barisan kita secara internal sudah membenahi segala sesuatu dan kita akan berkoordinasi bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan untuk mengantisipasi apabila ada serangan," kata komisioner KPU Wahyu Setiawan di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (26/11/2018).

Wahyu mengimbau masyarakat tidak perlu takut akan serangan siber tersebut. Sebab, saat ini KPU sudah menggunakan metode konvensional dalam perhitungan suara.


"Publik tidak perlu khawatir karena basis penghitungan kita menggunakan metode konvesional yang melalui rapat pleno berjenjang, informasi terkait hasil penghitungan suara melalui teknologi informasi itu lebih bersifat komitmen kita untuk melayani masyarakat untuk mendapatkan informasi yang cepat," jelasnya.

Ada dua metode perhitungan suara yang digunakan KPU, yaitu metode perhitungan dengan teknologi dan metode perhitungan dengan rapat pleno berjenjang.

"Metode penghitungan suara melalui teknologi informasi itu lebih kepada untuk menyajikan informasi kepada masyarakat secara cepat," ungkapnya.


Namun, dia menjelaskan metode perhitungan dengan teknologi itu bukan merupakan hasil suara resmi. Dia mengatakan penghitungan resmi adalah metode perhitungan melalui rapat pleno berjenjang.

"Tetapi yang publik harus tahu informasi terkait hasil penghitungan suara melalui teknologi informasi itu bukan merupakan pengumuman hasil resmi, karena pengumuman hasil pemilu secara resmi itu menggunakan metode konvensional melalui rapat pleno secara berjenjang, puncaknya adalah rekapitulasi penghitungan suara secara nasional," jelasnya.

Dalam proses rekapitulasi suara ini, KPU juga akan menggandeng Kominfo untuk mewaspadai serangan siber saat Pemilu 2019.


"Kami akan bangun keamanan jaringan di dalam kemudian dengan pihak lain, Kominfo, pihak lain, kita juga melakukan terkait pengamanan dari serangan siber," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala BSSN Djoko Setiadi menuturkan, pada Pilkada 2018, sempat ada permasalahan sistem KPU, yang saat itu sempat diretas, dia berharap sinergi antara Kemendagri dan lembaga pemerintah lainnya dapat menciptakan sistem keamanan pada Pemilu 2019 dan Pilpres 2019 nanti.

"Serangan siber atau cyber attack berkaca di Pilkada 2018 yang baru terjadi, di mana ada permasalahan KPU, makanya kita mengharapkan sinergi pemerintah. Ini perlu diantisipasi. Untuk itu, BSSN mengajak agar pemilu berjalan dan damai di Pilpres 2019," kata Djoko.
(zap/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed