DetikNews
Senin 26 November 2018, 12:38 WIB

Penyerang Polsek Penjaringan Diobservasi 2 Minggu di RS Polri

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Penyerang Polsek Penjaringan Diobservasi 2 Minggu di RS Polri Penyerang Polsek Penjaringan bernama Rohandi (tengah) akan diobservasi 2 minggu di RS Polri (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Penyerang Polsek Penjaringan, Rohandi, menjalani pemeriksaan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Rohandi akan diobservasi kejiwaannya selama dua minggu.

"Kemudian kasus penyerangan Polsek Penjaringan. Bahwa tersangka sudah kita lakukan observasi di Rumah Sakit Polri selama satu minggu. Tapi kita mempunyai waktu dua minggu untuk melakukan observasi karena nanti akan bisa mengetahui seperti apa," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (26/11/2018).



Argo mengatakan pihaknya juga telah melakukan rekonstruksi terkait penyerangan Polsek Penjaringan. Polisi selanjutnya mengirimkan berkas perkara tersebut ke kejaksaan.

"Jadi untuk rekonstruksi pun sudah kita lakukan dan kemudian setelah ada observasi, kita mendapatkan keterangan dari dokter. Nanti akan segera kita lakukan pemberkasan. Semuanya yang lain sudah dilakukan semua. Tinggal keterangan dari dokter. Selesai kita berkas dan kita kirim ke kejaksaan," ujarnya.



Sebelumnya, penyerangan yang dilakukan Rohandi terjadi tepatnya sekitar pukul 01.35 WIB, Jumat (9/11). Rohandi mendadak mendatangi Polsek Penjaringan. Saat disapa petugas SPK Brigadir Sihite, Rohandi justru menyerang.

"Pelaku langsung menyerang anggota polisi tersebut dengan menggunakan sebilah golok dan pisau babi yang kemudian anggota polisi tersebut menghindar dan meminta bantuan rekannya yang sedang berjaga di SPK," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam keterangannya.



Setelah ditahan, Rohandi mengaku depresi karena penyakit yang dideritanya tak kunjung sembuh. Pria yang membabi-buta menyerang polisi itu mengaku menderita penyakit getah bening. Pada pemeriksaan awal, polisi menyebut motif Rohandi ialah untuk mengakhiri hidup. Rohandi menyerang polisi karena ingin ditembak polisi.

Namun saat diperiksa, polisi menyatakan Rohandi sehat. Rohandi juga menjawab setiap pertanyaan penyidik dengan baik.

"Yang bersangkutan ditahan, mungkin ada berita-berita yang disampaikan dia depresi mungkin kita perlu tindak lanjut, minta keterangan ahli. Sedang kita minta itu ahli psikologinya. Setiap pengambilan keterangan, itu dia sehat-sehat aja. Dia jawab sehat, pertanyaan penyidik dijawab dengan baik. Jadi sebenarnya nggak ada masalah. Ya nyambung dia," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Imam Rifai kepada detikcom, Senin (12/11).
(knv/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed