Nama Kapolri Dibahas Jokowi saat Kampanye, Polri Tegaskan Netral

Audrey Santoso - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 12:04 WIB
Foto: Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Audrey Santoso/detikcom)
Jakarta - Nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian disebut oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat acara pembekalan timses di Palembang, Sumatera Selatan. Polri menegaskan tetap memegang prinsip netral menyikapi Pilpres 2019.

"Pada prinsipnya Polri dalam kontestasi pemilu adalah netral," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2018).


Dedi menuturkan kepolisian memiliki paham batas-batas antara tugas dan di luar tugas. Jika Tito terlihat hadir pada kegiatan Jokowi, hal itu karena kegiatan tersebut bersifat kunjungan kerja presiden.

"Jadi batasan tugas dan di luar tugas, itu jelas. Kunjungan Pak Presiden ke Sumsel adalah Pak Kapolri dalam hal ini kapasitasnya kunjungan kerja mendampingi bersama pejabat terkait," ujar Dedi.

Sebelumnya, capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi), mengatakan dia mendapat dukungan dari berbagai tokoh Sumatera Selatan (Sumsel). Untuk nama Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga merupakan tokoh Sumsel, Jokowi menegaskan harus netral.


Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan pengarahan pada Tim Kampanye Daerah (TKD) Koalisi Indonesia Kerja Sumatera Selatan di The Sultan Convention Center, Palembang, Minggu (25/11). Saat pemaparan, Jokowi optimistis bisa menang di Sumsel, apalagi telah mendapat dukungan dari beberapa tokoh Sumsel.

"Saya optimistis. Saya itu bekerja selalu dengan optimisme, apalagi di Sumsel sudah bergabung Pak Syahrial Oesman, Pak Alex Noerdin, dan Pak Herman Deru. Belum tambahan lain lagi. Ada Pak Budi Karya Sumadi, orang sini lo. Ada Pak Erick Thohir juga dari sini," jelas Jokowi sambil ditayangkan slide foto-foto tokoh Sumsel.

Terlihat foto Kapolri Jenderal Tito salah satunya. Namun Jokowi menegaskan Tito harus tetap netral.

"Pak Tito Karnavian juga dari sini, tapi beliau nggak usah saya sebut. Kalau saya sebut, keliru nanti. Beliau harus netral. Beliau sebagai Kapolri harus netral. Sekali lagi, kerja optimis itu sangat perlu," kata Jokowi, disambut tepuk tangan relawan dan kader partai Koalisi Indonesia Kerja. (aud/idh)