Jika Menang Pilpres, Ma'ruf Amin Harap Ada Kader NU Jadi Presiden

Indra Komara - detikNews
Senin, 26 Nov 2018 02:37 WIB
Foto: Cawapres Ma'ruf Amin menceritakan saat dirinya mengiyakan permintaan untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019 (Indra Komara-detikcom).
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menceritakan saat dirinya mengiyakan permintaan untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) di Pilpres 2019. Ma'ruf mengatakan Jokowi memilihnya karena dia kader NU.

"Kita Alhamdulillah Pak Jokowi mengambil saya sebagai cawapres, kemudian Pak Jokowi bisa saja mengambil dari politisi bisa, mengambil dari profesional bisa, dari TNI-Polri bisa, tapi beliau mengambil saya karena saya NU dan saya kiai," kata Ma'ruf di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (25/11/2018).

"Ini artinya suatu penghargaan, oleh karena itu saya harap, sebenarnya tadinya saya ragu mengambil itu, tapi semua kiai mendorong, menerima itu dengan suka rela saya terima itu, dengan harapan kalau saya misalnya jadi wapresnya, harapan besok ada NU lagi yang bisa menjadi presiden," lanjut dia.


Ma'ruf kemudian mengharapkan kader NU lainnya yang bisa menjadi Presiden di pemilu-pemilu berikutnya. Dia menyebut ada kemungkinan Ketum PBNU Said Aqil atau Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang terpilih sebagai presiden.

"Siapa tahu yang jadi presiden itu Ketum Pak Said Aqil atau Ketum PKB Muhaimin Iskandar," ujar Ma'ruf.

Ma'ruf menyampaikan hal itu saat sambutan di acara pengkuhan pengurus PP ISNU. Dia mengatakan ini menjadi awal baik NU mengabdi kepada negara.

"Ini kita mulai dan anggap sebagai arus baru NU menuju masa depan yang lebih baik yang lebih cemerlang. Mudah-mudahan ISNU dapat mewujdukan semangat untuk memberikan pengabdian yaitu dalam rangka membangun kemaslahatan, kemanfaatan. Menghilangkan kerusakan dan kebahayaan sehingga Indonesia akan menajdi negara yang maju, adil dan sejahtera," tuturnya.


Pada saat sambutan, Ma'ruf juga menyinggung era milenial 4.0. Menurutnya era milenial banyak terjadi tsunami, mulai dari tsunami ekonomi sampai tsunami teknologi.

"Kita perlu mengendalikan, mengawal agar tak menimbulkan kekacauan bahkan tsunami, baik tsunami politik, tsunami ekonomi, tsunami tekonologi, kita sudah mengalami tsunami teknologi di situ banyak hoax," ujarnya.

Ma'ruf juga bicara soal pemerintahan Jokowi yang perlu dilanjut satu periode lagi. Menurutnya, saat ini pemerintahan Jokowi sedang menuju Indonesia maju, dimana pembangunan infrastruktur sampai pendidikan sedang dimulai.

"Saya melihat, mungkin subyektifitas saya, mungkin arus baru 5 tahun ini sedang diletakkan oleh Pak Jokowi dalam membangun prasarana, infrastruktur, pendidikan, bahkan semangat untuk, bekerja dengan semboyannya bekerja, bekerja, bekerja," kata Ma'ruf.

"Menurut saya seruan itu bukan hanya ditafsirkan sebagai ajakan, tapi gerakan perbaikan," lanjut dia. (idn/nvl)