detikNews
Senin 26 November 2018, 01:06 WIB

Sampah Apa Saja Yang Memenuhi 3 Pulau Wisata Kepulauan Seribu?

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Sampah Apa Saja Yang Memenuhi 3 Pulau Wisata Kepulauan Seribu? Petugas kebersihan, berkeliling Pulau Seribu Jakarta dengan kapal. (Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Pulau-pulau wisata di Kepulauan Seribu, Jakarta pun penuh dengan berbagai macam sampah, mulai dari sampah organik hingga pelbagai plastik.

Kapal pengangkut sampah KM Kargo 08 membawa detikcom melihat langsung proses pengumpulan sampah-sampah di tiga pulau wisata Kepulauan Seribu, yakni Pulau Cipir, Pulau Onrust, dan Pulau Kelor pada Sabtu (24/11/2018).

Berdasarkan pengamatan, mayoritas sampah yang diangkut ke dalam kapal merupakan sampah organik, seperti daun-daun, batang-batang pohon, hingga sisa-sisa batok kelapa, khususnya di Pulau Cipir dan Onrust. Dua pulau tersebut memang dipenuhi pohon-pohon rindang.


"Mayoritas memang sampah organik, seperti hasil sapuan daun-daunan. Perbandingannya sekitar 70-30 dengan sampah plastik," ujar Syamsudin (35), kapten kapal KM Kargo 08.

Sampah plastik memang tak dominan, namun bukan berarti jumlahnya sedikit. Sampah-sampah plastik biasanya berasal dari para turis yang makan di pulau tersebut, mulai dari styrofoam, kantong kresek, bungkus makanan ringan, botol minuman, hingga sedotan. Selain itu, sampah yang terdampar dan dipungut dari pinggir-pinggir pantai dan dermaga tiap pulau, sebagian besar merupakan sampah plastik.

"Itu (sampah plastik yang terdampar) asalnya dari darat semua, buangan dari muara-muara sungai di wilayah sekitar Jakarta. Bahkan sampah-sampah itu bisa sampai ke pulau lain yang jaraknya lebih jauh," lanjut Syamsudin.


Sampah-sampah di pulau-pulau tersebut umumnya berjumlah lebih banyak saat akhir pekan, mengingat turis yang datang jauh lebih banyak dibandingkan hari-hari biasa. Namun hal tersebut menurutnya tak berlaku saat musim barat (periode Desember-Januari-Februari) tiba. Dan hal ini pun diakui oleh para petugas kebersihan lain, baik yang berasal dari KM Laut Bersih 08 mauapun petugas kebersihan di pulau-pulau.

"Kalau sudah musim barat, volume sampah akan meningkat. Aliran sampah-sampah dari muara lebih banyak, baik hari biasa maupun akhir pekan. Selain itu, anginnya juga lebih kencang dan ombaknya juga lebih besar," tutupnya.




(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed