Ma'ruf Tak Setuju Kedutaan Negara Manapun Dipindah ke Yerusalem

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Sabtu, 24 Nov 2018 20:22 WIB
Ma'ruf Amin (Foto: Agung Pambudhy-detikcom)
Jakarta - Cawapres Ma'ruf Amin menolak Israel memindahkan ibu kotanya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Menurutnya, hal itu merupakan sikap pemerintah dan umat Islam.

"Kalau kita kan sudah sejak awal kita itu menolak, pemerintah maupun kita masyarakat umat Islam, menolak ibu kota Israel itu dipindah ke Yerusalem," ujar Ma'ruf di kediamannya, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (24/11/2018).


Atas dasar itu, Ma'ruf tak setuju jika ada negara yang memindahkan kedutaan besarnya di Israel ke Yerusalem. Penolakan itu berlaku untuk semua negara.

"Artinya itu sudah kesepakatan kita itu menolak. Karena itu tentu bukan hanya Amerika, tapi semua kedutaan yang dipindahkan ke sana (Yerusalem) juga kita tidak setuju," tegas Ma'ruf.


Sebelumnya, capres Prabowo Subianto sempat bicara terkait wacana pemindahan kedutaan besar Australia di Israel ke Yerusalem. Prabowo mengaku menghormati kedaulatan Australia sebagai negara terkait hal itu.

Pernyataan itu tercetus usai Prabowo berpidato di Indonesia Economic Forum 2018 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Rabu (21/11) lalu. Saat itu Prabowo menjawab pertanyaan wartawan asing soal sikapnya mengenai rencana pemindahan Kedubes Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem.

"Untuk pemindahan kedutaan, saya belum membaca soal keputusan Australia memindahkan kedutaannya ke Yerusalem. Kita sebagai pendukung Palestina, kita tentu punya pendapat sendiri, tapi Australia juga merupakan negara independen dan berdaulat, maka kita harus menghormati kedaulatan mereka," ujar Prabowo. (haf/haf)