Bertemu Koster, Konjen China Dukung Penertiban Toko 'Nakal'

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sabtu, 24 Nov 2018 04:54 WIB
Gubernur Bali Wayan Koster dan Konjen China Gou Haodong. (Aditya Mardiastuti/detikcom)
Jakarta - Gubernur Bali Wayan Koster bertemu dengan Konjen China Gou Haodong. Pertemuan ini membahas penutupan toko-toko jaringan China yang 'nakal' hingga soal pariwisata Bali yang dijual murah.

Pertemuan tersebut digelar di Rumah Dinas Gubernur Jayasaba, Denpasar, Bali, Jumat (23/11) malam. Koster didampingi Wagub Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, Kadis Pariwisata Anak Agung Gede Juniarta Putra, dan Ketua PHRI Badung I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya.

"Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, ramah, santai yang membahas tentang hubungan antara pemerintah Indonesia, dalam hal ini Pemerintah Provinsi Bali, dengan pemerintah Tiongkok membahas kerja sama dua negara dalam berbagai bidang terutama dalam bidang kepariwisataan," kata Kabiro Humas Pemprov Bali Dewa Mahendra dalam keterangannya, Sabtu (24/11/2018).


Dewa mengatakan pertemuan itu diawali dengan penyampaian kebijakan tentang pembangunan pariwisata Bali selama 5 tahun ke depan, yaitu pariwisata berbasis budaya dan yang berkualitas. Sehingga seluruh penyelenggara maupun pelaku usaha di bidang pariwisata wajib mengikuti aturan dan ikut bertanggung jawab untuk menjaga citra pariwisata Bali dan Indonesia.

Dia menambahkan, dengan tujuan tersebut, selama ini pihaknya telah menertibkan pengusaha jasa pariwisata yang ilegal ataupun perusahaan berizin tapi usahanya menyimpang dari perizinan. Itu dilakukan dengan payung hukum surat gubernur sebagai hasil rekomendasi DPRD Bali.

"Dengan surat tersebut, penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali berlaku untuk semua pengusaha jasa pariwisata dari semua negara, termasuk yang diselenggarakan oleh pengusaha lokal Bali, tidak hanya pengusaha dari Tiongkok. Artinya, kebijakan tersebut sama sekali tidak dilakukan secara diskriminatif," jelasnya.


Dalam kesempatan itu, Koster berharap Konjen China tidak menganggap kebijakan tersebut diskriminatif dan berharap kerja sama kedua negara semakin kuat. Menanggapi itu, Konjen China mengapresiasi apa yang dilakukan Pemprov Bali.

"Konjen Tiongkok Gou Haodong merespons dengan baik apa yang disampaikan Gubernur Bali, mewakili pemerintahnya menyatakan sangat mendukung kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali yang dilakukan secara tegas terhadap pengusaha yang ilegal dan merusak citra pariwisata Bali. Bahkan Konjen Tiongkok menilai bahwa kebijakan penertiban yang dilakukan secara tegas oleh Gubernur Bali merupakan tindakan yang sangat berani untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Bali," ujar Dewa.

Dewa menambahkan Gou Haodong juga berjanji akan mengawasi toko-toko atau pengusaha ilegal di negaranya yang memiliki jaringan dengan pengusaha lokal di Bali. "Kebijakan penertiban yang dilakukan oleh Gubernur Bali adalah sangat penting untuk memperkuat pariwisata sebagai pilar perekonomian masyarakat Bali dan meningkatkan kerja sama bidang pariwisata antarpemerintah Provinsi Bali dengan pemerintah Tiongkok," tutur Dewa.

Setelah menjelaskan soal penertiban toko-toko nakal, Koster juga menyampaikan harapannya agar Konjen China mendatangkan wisatawan yang berkualitas. Koster juga meminta dukungan untuk pembangunan infrastruktur Bali.

"Sehubungan dengan itu, Gubernur Bali meminta mendatangkan wisatawan Tiongkok dalam jumlah yang lebih banyak tapi berkualitas. Selain itu Gubernur Bali juga mohon dukungan untuk pembangunan infrastruktur," ucap Dewa. (ams/dnu)