DetikNews
Jumat 23 November 2018, 07:48 WIB

Menengok Mangrove di Benoa yang Bakal Ditata Jadi Taman dan Pusat Studi

Aditya Mardiastuti - detikNews
Menengok Mangrove di Benoa yang Bakal Ditata Jadi Taman dan Pusat Studi Foto: Aditya Mardiastuti/detikcom
Denpasar - Gubernur Bali Wayan Koster berencana menata kawasan hutan mangrove di Teluk Benoa, Bali menjadi pusat studi dan taman. Kawasan hutan mangrove ini sebelumnya disebut tidak terawat. Seperti apa penampakannya?

Kawasan mangrove ini tepatnya ada di Kawasan Suwung Kauh, Denpasar, atau lebih gampangnya di sisi selatan Jl By Pass Ngurah Rai sebelum simpang Dewa Ruci. Kawasan mangrove ini masih asri, di kanan-kiri jalan terlihat rimbunan mangrove.

Terlihat sejumlah sampah plastik nyangkut di sela-sela akar mangrove yang ada di pintu masuk kawasan hutan tersebut. Kawasan hutan mangrove ini menyediakan jalur trecking, ada sejumlah akses jalan yang bisa dilalui pengunjung untuk menikmati asrinya mangrove di Teluk Benoa ini.


Di beberapa pohon terlihat dipasang papan identitas jenis mangrove tersebut. Papan petunjuk juga tersedia di beberapa titik.

Tak banyak pengunjung yang datang pada Kamis (22/11) sore. Beberapa di antaranya merupakan pasangan muda-mudi yang berplesir, sisanya warga yang lalu lalang untuk memasang bubu.

Mayoritas mangrove trail itu berupa papan kayu dan sebagian berupa paving block. Tak semua papan masih terawat dengan baik.

Terlihat beberapa papan kayu yang lapuk. Di beberapa titik terlihat ada pengeroposan kayu maupun pijakan yang sudah bergoyang.

Tak hanya akses jalan yang tak terawat, beberapa mangrove juga terlihat kering dan daunnya menguning. Lagi-lagi masih ada sampah plastik yang tersangkut di sela-sela akar mangrove bahkan ada juga topi SD yang tersangkut di ranting mangrove.

Meski begitu, kawasan ini masih menyediakan pemandangan yang ciamik. Di beberapa tempat terlihat aneka jenis kepiting yang menyembul dari permukaan tanah, salah satunya kepiting uca atau kepiting fiddler yang memiliki satu capit besar di tubuhnya.

Ada beberapa pos atau gazebo yang bisa digunakan untuk beristirahat jika merasa capek berjalan. Di tengah kawasan hutan tersebut ada satu gardu pandang yang bisa disambangi untuk melihat indahnya pemandangan hutan mangrove itu dari ketinggian.

Salah satu spot yang menarik di kawasan hutan mangrove ini, pengunjung bisa melihat pemandangan tol Bali Mandara. Hilir-mudik mobil maupun motor di tol bisa terlihat dari hutan mangrove ini. Kawasan ini pun masih asyik digunakan untuk latar berfoto.

Sebelumnya, Koster menyampaikan kawasan mangrove di Teluk Benoa itu bakal direvitalisasi menjadi pusat studi mangrove dan taman yang dilengkapi jogging track maupun tempat bermain. Dia prihatin satu-satunya hutan mangrove di Bali itu tak terawat.

"Sebab, kita tidak punya kawasan mangrove lain. Satu-satunya mangrove yang kita punya ada di kawasan itu. Sudah kami diskusikan dan bisa kami laporkan. Menteri Kehutanan sudah sangat setuju dan Bapak Presiden sangat menyetujui dan beliau mendukung program, dan anggarannya dibantu APBN," kata Koster saat rapat gabungan di DPRD Bali, Jl Dr Kusuma Atmaja, Denpasar, Bali, Senin (19/11).
(ams/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed