detikNews
Kamis 22 November 2018, 20:16 WIB

Polri: Tren Kasus Pembunuhan 2018 Menurun Dibanding 2017

Audrey Santoso - detikNews
Polri: Tren Kasus Pembunuhan 2018 Menurun Dibanding 2017 Tersangka Haris Simamora, prarekonstruksi pembunuhan satu keluarga di Bekasi. (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Publik digegerkan oleh rentetan kasus pembunuhan yang terjadi di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya dalam dua pekan terakhir. Namun data kepolisian menunjukkan kejahatan pembunuhan tahun ini menurun dibanding pada 2017.

"Data kasus dari Januari sampai dengan 23 Oktober 2018, yang terjadi ada 625 kasus pembunuhan sampai Oktober 2018. Dari 625, yang bisa diungkap kepolisian 574. Artinya, 92 persen kasus terungkap," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2018).


Sementara itu, Dedi menuturkan, jumlah kasus pembunuhan yang ditangani polisi pada 2017 mencapai 783 perkara dan yang terungkap 773 perkara. "Terungkap 99 persen," tambah dia.

Sementara itu, kasus pembunuhan pada 2016 berjumlah 1.197 perkara. Dari jumlah itu, 1.156 perkara bisa diungkap.

Dedi menjelaskan 80 persen motif pembunuhan karena masalah antarpersonal, semisal dendam, sakit hati, dan tersinggung.

"Sebagian besar, dari 80 persen itu rata-rata karena interaksi antara korban dengan tersangka. Masalah personal, sakit hati, dendam, tersinggung, dan lain-lain. Pembunuhan itu secara spontan bisa, terencana bisa," jelas Dedi.

Dedi menerangkan, jika kasus pembunuhan melibatkan korban dan pelaku yang saling kenal, kemungkinan besar peluang kasus terungkap.

"Pembunuhan itu ada dua kelompok besar. Satu kelompok pembunuhan yang benar-benar antara pelaku dan korban punya interaksi dan komunikasi, itu 80 persen dari hasil olah TKP pasti terungkap. Dua puluh persennya ini tidak bisa kami ungkap karena korban dan tersangka tidak punya hubungan dan tidak ada interaksi," terang Dedi.


Diketahui, kasus pembunuhan pertama yang menyita perhatian belakangan ini adalah tewasnya satu keluarga di Jatirahayu, Pondok Melati, Bekasi Kota, pada Selasa (13/11). Korban terdiri atas orang tua, yaitu Diperum Nainggolan dan Maya Boru Ambarita, serta dua anak mereka, Sarah Boru Nainggolan dan Arya Nainggolan.

Selanjutnya, pada Minggu (18/11), sesosok jasad pria tanpa identitas ditemukan dalam drum di Kawasan Industri Klapanunggal, Gunung Putri, Kabupaten Bogor. Setelah dilakukan penyelidikan, baru diketahui korban bernama Abdullah Fitri Setiawan, yang pernah bekerja sebagai wartawan.

Terakhir, pembunuhan seorang pemandu lagu bernama Ciktuti Iin Puspita (22) di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Iin ditemukan tewas di dalam lemari kamar kosnya pada Selasa (20/11).

Dari ketiga kasus pembunuhan tersebut, pelakunya adalah orang yang dikenal korban.
(aud/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed