Pendukung Badrul Kamal Demo Komisi Yudisial
Senin, 29 Agu 2005 15:23 WIB
Jakarta - Puluhan orang pendukung Walikota Depok Badrul Kamal mendemo Komisi Yudisial. Massa berasal dari Gerakan Masyarakat Depok Bermartabat (GMDB), Gardu Keadilan, dan Kumpulan Orang-orang Depok(KOOD).Sekitar pukul 13.00 WIB, massa mulai mendemo kantor Komisi Yudisial yang bertempat di Gedung Departemen Hukum dan HAM, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (29/8/2005).Berdasarkan pemantauan detikcom, aksi massa ini tidak mengganggu jalur padat di jalan tersebut. Sebab, massa yang terus menyanyikan lagu 'Halo-halo Bandung' itu berkumpul di depan pintu gerbang kantor Menkum dan HAM Hamid Awaluddin itu, yang letaknya agak menjorok ke dalam.Para pendemo membentangkan spanduk dan poster yang intinya mendukung keputusan Pengadilan Tinggi Jawa Barat (PT Jabar). Spanduk dan poster yang dibentangkan antara lain bertuliskan, "Jangan Banyak Komentar Soal Hukum, Karena Sudah Final","KPUD Kota Depok Nyata-nyata Tidak Tunduk pada Hukum Positif", "Komisi Yudisial dan Hakim Tegakkan Supremasi Hukum", "Pak Menteri Segera dong Lantik Badrul Kamal dan Syihabuddin Ahmad".Akhirnya, 10 orang perwakilan massa diterima Komisi Yudisial. Mereka berhasil ditemui Ketua Pjs Komisi Yudisial Irawady Joenoes dan anggota Komisi Yudisial Zainal Arifin. Perwakilan massa dan Komisi Yudisial bertemu di Ruang Graha Pengayoman lantai 1 Depkum dan HAM. Dalam pertemuan itu, Ketua GMDB Irwan Nasution mendesak Komisi Yudisial tidak memanggil para hakim PT Jabar. Sebab, ada intervensi dari pihak lain. "Kami ingin Komisi Yudisial juga memberikan informasi lewat satu pintu, agar tidak simpang siur dan memperkeruh suasana Kota Depok," pinta Irwan.Ketua Pjs Komisi Yudisial Irawady Joenoes pun menanggapi tuntutan para demonstran. "Kami tidak memeriksa hasil putusan PT Jabar, tetapi memerika apakah dalam proses pengambilan keputusan itu ada penyimpangan," kata Irawady Joenoes di hadapan 10 orang perwakilan.
(ism/)











































