DetikNews
Kamis 22 November 2018, 17:36 WIB

Saat Wiranto Heran Ada Unsur Politik di Demo Terkait Agama

Dwi Andayani - detikNews
Saat Wiranto Heran Ada Unsur Politik di Demo Terkait Agama Menko Polhukam Wiranto (Andhika/detikcom)
FOKUS BERITA: Reuni 212
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto menyoroti demo yang terjadi di Indonesia. Wiranto mengatakan demo saat ini banyak ditunggangi unsur politik.

"Dikit-dikit demo, teriak-teriak, ujung-ujungnya ditunggangi pihak lain. Yang maunya demo agomo (agama), yang teriak-teriak politik," ujar Wiranto dalam acara Rapat Koordinasi Nasional Bidang Kewaspadaan Nasional dalam Rangka Persiapan Penyelenggara Pemilu 2019 di El Royal Hotel, Jakarta Utara, Kamis (22/11/2018).


Dia menyinggung adanya demo terkait agama tapi memasukkan unsur politik. Malah ada demo menyoal akidah tapi berujung pada ajakan mendukung salah satu pasangan capres-cawapres dan menjatuhkan pemerintah.

"Demonya soal demo akidah, tapi teriak naik mobil itu 'dukung pasangan ini', 'dukung pasangan ini', 'jatuhkan, turunkan Pak Jokowi'. Ini demo agama atau demo politik," kata Wiranto.

Wiranto ingin masyarakat lebih mengedepankan musyawarah. Dia mengatakan pemerintah bersedia menerima masyarakat yang ingin menyuarakan aspirasi. Nantinya pemerintah akan mempertimbangkan tuntutan yang diminta.


"Katakanlah teman-temannya yang suka demo itu, demonya itu apa sih? Sudah panas, lapar, kehujanan. Perwakilan saja datang ke Kemenko Polhukam, akan diterima kok. Bicara baik-baik maunya apa," kata Wiranto.

"Kalau maunya sudah bisa direkam, diterima oleh para pemimpin, pemimpin kan bermusyawarah. Ini kira-kira permintaannya patut dilakukan atau nggak masuk akal dilaksanakan. Kalau nggak bisa, kita jawab, 'Oh, belum bisa'," sambungnya.

Dia mengatakan budaya demonstrasi telah ada pada zaman kerajaan. Namun, menurutnya, cara berdemo tersebut berbeda dengan demo yang dilakukan pada saat ini.


"Budaya demo sebenarnya dulu sudah ada, tapi tidak sedahsyat sekarang. Demonya zaman dulu, zaman kerajaan-kerajaan kita demonya itu duduk sila di alun-alun itu diem, nggak teriak-teriak," kata Wiranto.

"Namanya pepe, itu demonya berpanas-panas, lalu rajanya melihat sana itu, 'Oh kawulo saya ngapain itu panas-panas? Oh, itu mereka minta pajak diturunkan'. Rajanya ngerti, ya musyawarah turunkan, turunkan 50 persen. Bubar demo, kan enak," tuturnya.
(jbr/elz)
FOKUS BERITA: Reuni 212
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed