Jadi Saksi, Ketua DPRD Enrekang Bantah Terima Suap Jalan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Kamis, 22 Nov 2018 15:14 WIB
Ilustrasi (dok.detikcom)
Makassar - Sidang kasus dugaan korupsi proyek peningkatan Jalan Pebaian-Tombang, Kabupaten Enrekang digelar dengan menghadirkan saksi Ketua DPRD Enrekang, Disman Duma. Dalam kesaksiannya, Disman mengaku membantah menerima fee.

Persidangan ini digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, Jalan Kartini, Kamis (22/11/2018).

Pada sidang dugaan korupsi proyek jalan ini, tiga terdakwa yaitu Sekretaris Dinas PU, Syarifuddin dan Direktur CV Cipta Griyatama Sejahtera, Arli, selaku pelaksana proyek dan Ahmadyani selaku PPK. Uang negara yang dikucurkan dalam proyek ini sebesar Rp 1 miliar.

"Saya tidak terima uang baik secara bertahap atau langsung terkait pekerjaan dan siap dikonfrontir," kata Disman dalam kesaksiannya ini.

Kehadiran Disman di dalam persidangan setelah saksi Yulianto, yang berperan dalam mandor proyek jembatan ini mengaku menyerahkan uang sebesar Rp 200 juta kepada mantan Ketua Komisi II di DPRD Enrekang ini.

"Saya tidak pernah dikasih uang dan tidak pernah terima (uang)," kata Disman di depan majelis hakim yang diketahui Daniel Pratu ini.

Dia berasalan bahwa waktu pembahasan soal anggaran Dinas PU Enrekang, dirinya memilih walkout dari ruang rapat dengan alasan Kepala Dinas PU, Syafruddin tidak hadir dalam rapat itu.

"Pas pembahasan anggaran saya WO dan menyatakan tidak bertanggungjawab atas kerja PU," ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Abdullah mencecar Disman pada pertemuan di sebuah hotel di Enrekang tertanggal 18 November 2016. Dia menanyakan apakah Disman bertemu dengan Yulianto dan terdakwa Arli di sana. Dia menyinggung soal lolosnya tender jembatan ini terkait campur tangan dari Disman.

"Apakah bertemu dengan Yulianto dan Arli? Apakah pada tanggal 18 November menerima uang? tanya Abdullah.

"Tidak pernah," jawab Disman singkat.

Anggota majelis hakim, Abdul Razak mencoba mengingatkan bahwa keterangan Disman di bawah sumpah dan akan ada konsekuensi terhadap Disman jika memberikan kesaksian palsu.

"Berhubung saksi lupa dan maka dihadirkan Yulianto minggu depan," ucapnya. (fiq/asp)