DetikNews
Rabu 21 November 2018, 11:48 WIB

Genjot Ekspor, Pemprov Jatim Bertemu Investor di Belanda

Robi Setiawan - detikNews
Genjot Ekspor, Pemprov Jatim Bertemu Investor di Belanda Foto: APPSI
Jakarta - Delegasi Pemprov Jawa Timur (Jatim) melakukan pertemuan bisnis dengan investor dari Belanda. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan peluang investasi dan transaksi dagang di Jatim.

Gubernur Jatim Soekarwo atau akrab disapa Pakde Karwo mengatakan Pemprov Jatim akan menangkap semua peluang usaha untuk meningkatkan nilai ekspor ke Belanda. Khususnya untuk produk-produk UMKM asli Jatim yang memiliki potensi luar biasa.

"Saya berharap, melalui kegiatan kunjungan ini, investasi Belanda di Jatim akan meningkat. Demikian pula neraca perdagangan Jatim-Belanda, khususnya untuk keseimbangan ekspor-impor dua wilayah," kata Pakde Karwo dalam keterangan tertulis, Rabu (21/11/2018).


Sementara itu, Kepala Disperindag Provinsi Jatim Drajat Irawan menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 5,52%, lebih tinggi daripada pertumbuhan nasional, yaitu 5,17%. Selain itu, iklim investasi di Jatim sangat baik, yang didukung dengan empat jaminan kemudahan berbisnis.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengusaha yang bergerak di bidang pengolahan limbah B3, Bobby Thiel, menyambut baik kegiatan business to business (B2B) yang dilakukan Pemprov Jatim. Melalui kegiatan ini, pihaknya bisa mengetahui informasi secara langsung mengenai perkembangan perizinan tentang pabrik pengolahan limbah B3 yang hendak mereka dirikan di Jatim.

"Saya sangat senang ada delegasi Pemprov Jatim yang datang ke sini, karena kami perlu segera mengetahui bagaimana konsep yang telah dibuat," ungkap Bobby.



Terkait dengan pameran produk UKM yang dilakukan, menurut Bobby, merupakan langkah baik untuk memperkenalkan produk Jatim kepada masyarakat Belanda. Ia berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara berkelanjutan dan dibuat dalam event yang lebih besar.

Pertemuan digelar di Amsterdam Marriot Hotel, Selasa (20/11/2018) waktu setempat. Beberapa investor dan pelaku bisnis Belanda yang hadir antara lain bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, industri sabut kelapa, serta pengolahan limbah B3.

Lima komoditas nonmigas Jatim yang diekspor ke Belanda adalah berbagai produk kimia, kayu, barang dari kayu, bahan kimia organik, alas kaki, serta spare part kendaraan. Sedangkan komoditas impor Jatim dari Belanda antara lain mesin-mesin/pesawat mekanik, aluminium, jangat, dan kulit mentah.

Dalam kegiatan pertemuan bisnis ini, Pemprov Jatim menawarkan delapan proyek potensial yang tengah dikembangkan. Di antaranya kawasan ekonomi pariwisata Singosari, kawasan ekonomi khusus Prigi, pembangunan rumah sakit di Sidoarjo, dan pengelolaan limbah B3.

Khusus untuk pengelolaan limbah B3, pada awal Desember nanti salah satu investor yang tertarik pada proyek ini akan datang ke Jatim guna site visit dan membuat perjanjian kerja sama. Apalagi kajian lingkungan terkait dengan pendirian pabrik pengolahan limbah B3 di Jatim telah selesai.

Di samping itu, potensi pengelolaan limbah B3 di Jatim sangat besar, mengingat Jatim merupakan backbone Indonesia timur. Bahkan Pakde Karwo telah menunjuk salah satu BUMD, yaitu PT Jatim Graha Utama (JGU), untuk menangani hal ini.

Selain itu, pengusaha di bidang teknologi pengolahan sabut kelapa akan melakukan investasi untuk pembangunan pabrik di daerah Sidoarjo. Khusus untuk pengolahan kopi, telah terjadi transaksi bisnis dengan permintaan 3 ton setiap bulan ke Belanda untuk kopi jenis arabika.

Sedangkan di bidang kesehatan, Jatim mendapatkan tawaran kerja sama pelatihan dan pendidikan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, seperti perawat dan dokter. Ini penting dilakukan karena, sebelum mendirikan rumah sakit, semua tenaga kesehatan harus telah dididik menggunakan standar Belanda dan bersertifikat internasional.

Pada kegiatan ini juga digelar pameran aneka produk unggulan UKM Jatim, seperti makanan, aneka kopi khas Jatim, madu khas Jatim, dan produk-produk lainnya.

Perkuat Konsep Ekonomi Digital, Pemprov Jatim Kunjungi Startup di Belanda

Untuk memperkuat konsep penerapan digital ekonomi, delegasi Pemprov Jatim melakukan kunjungan ke salah satu perusahaan startup yang bergerak di sektor perhiasan yang berada di Rotterdam. Kegiatan ini dilakukan karena saat ini ekonomi digital menjadi program prioritas yang telah ditetapkan Pemprov Jatim.

Adapun pengusaha startup Indonesia yang dikunjungi adalah Ferlin Yoswara. Ferlin merupakan satu dari dua orang asal Indonesia yang mampu mendapatkan startup visa dari pemerintah Belanda.

Berbagai inovasi karyanya di bidang desain perhiasan sangat diterima oleh masyarakat Belanda, bahkan pasarnya sudah sampai Iran dan Libanon.

Berkat kegigihannya, Ferlin telah membuka Market Your Jewelry B.V. dan meluncurkan Saaraa Jewelry (www.saaraa.nl), perusahaan yang merancang dan membuat perhiasan dari bahan perak dan kristal Swarovski.

Inovasi juga terus ia lakukan, salah satunya dengan membuat smart jewelery yang bisa digunakan untuk membuka pintu menggantikan kartu seperti biasanya digunakan di Eropa.

"Inovasi harus terus dilakukan karena sebagai startup visa usaha yang kita buat harus berkelanjutan. Kerja sama dengan berbagai pihak juga dilakukan, terutama dengan bidang teknologi informasi," terang Ferlin.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jatim Nina Soekarwo atau akrab disapa Bude Karwo menyambut baik kunjungan Pemprov ke startup visa di Belanda untuk pengembangan kerajinan berbasis digital. Apalagi startup ini bergerak di sektor perhiasan, yang memiliki banyak perajin yang tergabung dalam Dekranasda bergerak pada bidang yang sama.

"Saya berharap informasi berbagai pengalaman dari startup di Belanda ini bisa menumbuhkan semangat para perajin di Jatim, sehingga ke depan semakin banyak startup dari berbagai bidang kerajinan bermunculan di Jatim," harap Bude Karwo.

Untuk mengetahui informasi lainnya dari Ekspedisi Jalur Darat 34 Gubernur APPSI, klik di sini.
(mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed