DetikNews
Rabu 21 November 2018, 08:33 WIB

PKS: Fit and Proper Test Cawagub DKI Tak Relevan

Mochamad Zhacky - detikNews
PKS: Fit and Proper Test Cawagub DKI Tak Relevan Sakhir Purnomo (Kanavino/detikcom)
Jakarta - DPW PKS DKI Jakarta berubah pikiran terkait fit and proper test cawagub DKI. PKS DKI menganggap proses seleksi kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno itu tidak relevan.

"Jadi message yang kita sampaikan, fit and proper test tidak perlu, tidak relevan," kata Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo saat dihubungi detikcom, Selasa (20/11/2018).

Fit and proper test cawagub DKI disepakati dalam pertemuan antara jajaran Gerindra dan PKS DKI pada 5 November 2018. Menurut Sakhir, seleksi yang akan dilakukan hanya berbincang santai.



Karena itu, PKS DKI setuju. Sakhir lalu melaporkan soal seleksi itu ke DPP PKS. Pihak DPP juga menyepakati.

"Begini, karena waktu itu penjelasannya fit and proper test itu sebagaimana Pak Taufik (Ketua DPD Gerindra DKI) sampaikan, ngobrol bareng biasa saja. Saya ingat kata-kata Pak Taufik kok. Jadi gini, dia bilang gini, 'Sudah, fit and proper test-nya nyantai, kayak ngobrol biasa, gini aja'," papar Sakhir menirukan pernyataan Taufik.

"Akhirnya kami mengiyakan, dan itu kami laporkan (ke DPP). Dan kemudian karena diskusi biasa, ringan, tentu para pimpinan juga, 'Oh ya, lazim. Namanya juga partai pengusungnya ada dua, perlu tahu lebih dalam'," imbuhnya mengulang tanggapan pimpinan PKS.




Namun PKS DKI kaget setelah mengetahui peneliti LIPI, Siti Zuhro, menjadi salah satu anggota tim seleksi. Sakhir menganggap masuknya Siti Zuhro melanggar kesepakatan sebelumnya.

"Tapi jujur, saya agak kaget, ketika Rabu (14/11) malam itu diinformasikan bahwa nanti yang menjadi tim fit and proper test dari Gerindra kan ada 2. Dari awal memang 2 Gerindra, 2 PKS, dan Gerindra salah satunya Ibu Siti Zuhro. Berarti kan, wah ini kok serius banget. Nah kami sih nggak apa-apa, cuma kok jadi beda dengan kesepakatan sebelumnya, katanya cuma ngobrol santai biasa, diskusi ringan saja," sesal Sakhir.




Anggota tim seleksi cawagub DKI berjumlah empat orang dari tiap partai pengusung Anies-Sandiaga di Pilgub DKI 2017. Gerindra sudah menunjuk dua nama, sementara PKS belum menyetorkan nama.

"Dari Gerindra dua, PKS dua. Ibu Siti Zuhro itu dari Gerindra, terus ada Pak Syarif. (PKS) Saya nggak tahu, belum (menyerahkan nama)," ujar Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik.

Baca Juga: Ketika Gerindra Balas 'Sandiaga-kan' Kader PKS


Simak Juga 'Anies Curhat Ngebet Punya Wagub DKI':

[Gambas:Video 20detik]



(zak/zap)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed