DetikNews
Selasa 20 November 2018, 16:59 WIB

Menhub Minta Truk 'Obesitas' Tidak Lewat Tol Japek

Isal Mawardi - detikNews
Menhub Minta Truk Obesitas Tidak Lewat Tol Japek Truk 'obesitas' diminta tak lewat Jalan Tol Jakarta-Cikampek. (Agung Pambudhy/detikcom)
Bekasi - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta truk Over Dimensi dan Overload (ODOL) tidak melewati Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Sebab, truk obesitas dapat mengakibatkan kemacetan.

"Kita minta kepada ODOL untuk tidak menggunakan (Tol) Japek. Dia (truk ODOL) mengakibatkan kecepatan (kendaraan lain) turun. Kendaraan lain tidak bisa berkecepatan sesuai standar," ujar Budi di Apartemen Grand Dhika, Bekasi, Selasa (20/11/2018).


Budi mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian untuk menambah frekuensi operasi pengawasan kendaraan yang kelebihan muatan. Petugas akan menilang truk yang melanggar.

Budi mengatakan kemacetan di Jalan Tol Japek sangat berdampak kepada masyarakat. Menurutnya, kerugian masyarakat jauh lebih besar dibanding ongkos operasional truk.


"Karena sangat mengganggu, Jakarta-Bandung bisa 3 kali lipat (waktu perjalanan normal). Cost masyarakat itu jauh lebih besar daripada kerugian mereka (truk). Kerugian mereka (truk) lebih rendah," ujar Budi.

Kemenhub terus berusaha mengurai kemacetan yang terjadi di Jalan Tol Cikampek akibat proyek jalan layang dan LRT. Salah satu langkah yang diambil adalah menempatkan truk di lajur kiri.


Selain itu, akan dipasang WIM (alat penimbangan portabel) di lajur utama tol. Tujuannya, jika kendaraan teridentifikasi kelebihan muatan, bisa langsung dikeluarkan di pintu tol terdekat.

Awal Desember nanti, sistem ganjil-genap akan diberlakukan di Gerbang Tol Tambun. Sistem ini diharapkan bisa mengurangi volume kendaraan di dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek.
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed