DetikNews
Selasa 20 November 2018, 14:52 WIB

Anies Janji Bangun Lagi Rumah Ambles di Bantaran Kali Pademangan

M Guruh Nuary - detikNews
Anies Janji Bangun Lagi Rumah Ambles di Bantaran Kali Pademangan Lokasi rumah ambles di Pademangan. (Guruh Nuary/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau permukiman warga di bantaran kali di Pademangan, Jakarta Utara, yang tanahnya ambles. Dia berjanji sementara akan membangun kembali rumah tersebut di lokasi yang sama.

Anies menyampaikan pernyataan tersebut saat meninjau lokasi di RT 01 RW 08, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (20/11/2018). Ada 7 rumah yang dihuni 8 keluarga yang ambles. Rumah ini dibangun di bantaran anak Kali Ciliwung. Turap kali ini sebelumnya ambles hingga membuat rumah-rumah ini ikut ambles.

"Jadi tadi kita barusan meninjau longsoran yang terjadi di sini. Setelah kita periksa memang peristiwanya sudah terjadi beberapa tahap. Jadi penyebabnya dan lain-lain nanti secara teknis dikaji, tapi yang kita butuhkan sekarang adalah langkah ke depannya. Nomor satu adalah ada 8 KK yang tinggal di sini yang rumahnya sekarang menjadi tidak aman. Mereka mengungsi, kita akan segera bangunkan kembali rumahnya supaya mereka bisa menempati tempat yang sama," kata Anies.



Anies mengatakan saat ini dinding penahan tanah sepanjang sekitar 80 meter sedang dibangun. Dia menargetkan dinding ini bisa selesai dalam jangka waktu dua minggu ke depan.

"Tadi di lapangan kita lihat bahwa posisi dinding sekarang itu saja itu sudah lebih maju hampir 3 meter dari dinding lama yang terbuat dari batu bata. Jadi kalau Anda lihat itu terlihat artinya memang sudah mengalami penyempitan. Nah pembangunan ini tuntas mudah-mudahan 2 minggu sesudah itu pengerasan dan insyaallah daerah ini aman," ucapnya.

Anies mengatakan dia akan menghadirkan ahli ke lokasi untuk memeriksa kondisi tanah sepanjang aliran sungai. Dia melihat kondisi saluran air di wilayah ini cukup semrawut sehingga bisa membahayakan ke depan.

Anies tinjau lokasi rumah ambles di PademanganAnies meninjau lokasi rumah ambles di Pademangan. (Guruh Nuary/detikcom)

"Bahkan ini tempat yang kejadian ini di sampingnya ada saluran air yang tidak memiliki muara. Saya baru bicarakan sama pak RT. Nggak bisa didiamkan begitu karena ini sedikit demi sedikit menggerogoti tanah yang ada di sekitar situ dan efeknya kejadian-kejadian seperti ini," ucapnya.

"Itu di samping-samping itu, banyak sekali tempat yang sesungguhnya itu tempat aliran air, tetapi tidak ada pipanya, saluran yang jelas sehingga ada penggerusan yang berjalan jangka panjang. nah ini nanti akan diperiksa semuanya, yang perlu diperbaiki akan kita perbaiki," sambung Anies.


Anies berjanji akan menuntaskan persoalan rumah ambles di wilayah Pademangan tersebut. Dia berjanji warga yang rumahnya ambles akan terbangun dan bisa ditempati pada pertengahan Desember ini.

Anies mengatakan rumah-rumah yang ambles akan dibangun di lokasi yang sama, yakni di bantaran anak Kali Ciliwung. Nantinya ke depan baru dia akan memikirkan solusi untuk menata kawasan permukiman di lokasi tersebut.

"Jadi gini, nanti soal legal, status tanah, dan lain lain kita bicarakan kemudian. Sekarang faktanya mereka tinggal di tempat ini dan faktanya tempat ini longsor. Karena itu, tugas kita memastikan tanah di sini aman dan mereka bisa bermukim di situ lagi. Kemudian kita nanti bicara jangka panjang tentang penataan seluruh kawasan bukan hanya penataan untuk 8 keluarga ini. Jadi supaya adil. Nanti sesudah itu kita bicara tentang penataan kawasan," jelasnya.

Soal nasib 8 keluarga yang berada di tenda pengungsian, Anies berjanji akan membantu warga ini bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan baik. "Proses pembangunan di sini insyaallah pertengahan Desember sudah bisa selesai. Karena ini hanya bisa dikerjakan sesudah tanah di sini tertutup. Akhir Desember insyaallah tuntas. Sesudah itu baru kemudian rumah-rumahnya bisa dikerjakan. Wong jalan ke sana saja berisiko kan sekarang jadi tidak mungkin dikerjakan konstruksi rumahnya sebelum tembok penahan ini selesai," ucap Anies.

Anies mengatakan, untuk solusi jangka pendek, tak jadi masalah rumah-rumah ambles tersebut dibangun kembali di lokasi semula, yakni bantaran kali. Ke depan, dia berjanji akan melakukan penataan. Dia juga berharap nantinya warga punya kesadaran sendiri untuk menata permukiman. Dia mencontohkan wilayah Kampung Lodan.

"Di belakang sana ada Kampung Lodan tuh. Kampung Lodan itu contoh Di kampung itu masyarakatnya sendiri melakukan swadaya untuk membalikkan halaman rumahnya, semula membelakangi sungai berubah menghadap sungai dan itu bisa jadi contoh penataan lingkungan atas inisiatif masyarakat. Kita ingin ajak seperti di Kampung Lodan, inisiatif warga menata kampung. Itu nggak ada pemerintah sama sekali tapi hasilnya rapi, baik. Contoh penataan kampung yang rapi di tepi sungai mereka mundur dari garis sungai 5 meter atas inisiatif sendiri," ucapnya.

"Saya sering bilang, Jakarta ini bukan dibangun di atas tanah kosong di mana kita memulai perencanaan ketika segalanya serba longgar. Itulah sebabnya dalam membuat perencanaan disesuaikan dengan antara kebutuhan dengan kenyataan. Nanti kita lihat," jelas Anies saat ditanya lagi soal status rumah tersebut yang berdiri di bantaran kali.




Tonton juga 'Gempa di Balaroa: Tanah Ambles dan Jalan Naik Setinggi Rumah':

[Gambas:Video 20detik]


(hri/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed