DetikNews
Selasa 20 November 2018, 12:56 WIB

Di Depan 'Mak Ija', Mardani Soroti Kesehatan hingga Pendidikan

Ibnu Hariyanto - detikNews
Di Depan Mak Ija, Mardani Soroti Kesehatan hingga Pendidikan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Emak-emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Duren Sawit. (Ibnu Hariyanto/detikcom)
Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Emak-emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Duren Sawit, Jakarta Timur. Mardani menyoroti permasalahan kesehatan yang dialami Indonesia, mulai gaji tenaga kesehatan hingga soal stunting.

"Pertama, ada problem tentang kesehatan di negara kita. Siapa dari kalangan ibu-ibu yang pekerja kesehatan? Kalau ada dokter dan perawat sekarang kayak kerja rodi, tapi bayaran sangat kecil," kata Mardani di Jalan Malaka Raya 70, Duren Sawit, Selasa (20/11/2018).

Selain itu, Mardani menilai sistem BPJS saat ini kurang sempurna. Karena itu, sistem BPJS harus diperbaiki sehingga bisa memudahkan masyarakat dalam memperoleh kesehatan yang layak.



"Kita perbaiki BPJS kita di tahun 2019. BPJS harus membuat masyarakat tidak antre lagi, BPJS membuat dokter dan perawat mendapat bayaran yang benar betul. BPJS harus bikin rumah sakit tidak rugi," kata Mardani, yang juga caleg DPR dari dapil Jaktim.

Mardani juga menyinggung angka stunting di Indonesia yang masih tergolong tinggi, yakni mencapai 36 persen.




"Indonesia sekarang punya stunting hampir 36 persen. Stunting ini yang cebol itu lo. Umur 7 tahun harusnya tinggi 100 sentimeter, dia hanya 80 sentimeter. Makanya minta maaf Indonesia kalah terus karena yang lain tinggi. Walau kita sudah dikasih susu setiap hari, beda kalau ketika lahir atau di perut sama umur 2 tahun dapat gizi yang bagus," tutur Mardani.

"Saya bilang kenapa, mungkin gizinya. Karena itu, kita harus perbaiki kesehatan kita," sambungnya.

Dia menegaskan masalah kesehatan tersebut merupakan salah perjuangan dalam kontestasi Pileg 2019. Selain soal kesehatan, Mardani menyoroti masalah pendidikan di Indonesia.


 Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Emak-emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Duren Sawit. Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menghadiri peringatan Maulid Nabi yang digelar Emak-emak Indonesia Jaya (Mak Ija) di Duren Sawit. (Ibnu Hariyanto/detikcom)



Mardani menilai sistem pendidikan di Indonesia saat ini kurang berkualitas. Untuk memperbaikinya, Mardani menyebut salah satu solusi yakni menaikkan gaji guru. Tujuannya agar mendapatkan guru yang benar-benar berkualitas.

"Karena itu perbaikan utama mau nggak mau gaji guru dinaikin. Gaji guru Rp 20 juta dan diseleksi dengan baik gurunya, guru terbaik. Kalau gaji guru Rp 20 juta nanti orang-orang di seluruh dunia datang ngajar anak kita. Nanti disiapkan kepala sekolahnya dari kita," kata Mardani.



Tonton juga '#2019GantiPresiden Ditolak, Mardani: Makin Dilarang Makin Melawan':

[Gambas:Video 20detik]


(ibh/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed