DetikNews
Senin 19 November 2018, 19:20 WIB

Jadi Guru Dadakan, Rommy Cerita Ancaman Robot Gantikan Kerja Manusia

Robi Setiawan - detikNews
Jadi Guru Dadakan, Rommy Cerita Ancaman Robot Gantikan Kerja Manusia Foto: PPP
Yogyakarta - Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Rommy) kembali menjadi pemateri dalam Kelas Inspirasi di SMA 1 Yogyakarta. Berpakaian putih-abu, Rommy mengatakan perkembangan teknologi informasi bisa menjadi peluang yang menjanjikan.

Namun di satu sisi, perkembangan teknologi bisa membuat banyak profesi nantinya akan ditangani robot dan menghilangkan peran manusia. Seperti akuntan, teller bank, sekretaris, sopir, bahkan pilot.

"Ancaman teknologi pada berbagai profesi yang biasa diperankan manusia itu bukan khayalan, namun tinggal menunggu waktu saja. Saat ini bahkan ada hotel di Jepang yang menjadikan robot sebagai tenaga resepsionis. Ada juga robot yang 'berprofesi' sebagai pembuat kopi," kata Rommy dalam keterangan tertulis, Senin (19/11/2018).

Dia pun mencontohkan anak muda sukses yang berhasil memanfaatkan perkembangan teknologi. Salah satu yang fenomenal adalah Mark Zuckerberg, pendiri Facebook. Sedangkan di Indonesia ada Achmad Zaky, pendiri Bukalapak; Nadiem Makarim, pendiri Go-Jek; dan lainnya.


Semua tantangan itu, menurut Rommy, tidak perlu ditakutkan. Apalagi oleh siswa SMA 1 Yogyakarta, yang sejak beberapa dekade lalu dikenal sebagai sekolah teladan yang menghasilkan banyak alumni unggul di berbagai profesi. Bahkan banyak juga yang menduduki posisi penting di bidangnya.

"SMA 1 Yogyakarta yang merupakan sekolah teladan di Yogyakarta, saat ini telah memiliki ribuan alumni yang tersebar di berbagai profesi. Mulai dari ekonom, dokter, pengusaha, politisi, seniman, dan lainnya," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rommy juga bernostalgia dengan menceritakan berbagai pengalaman saat masih menjadi siswa. Rommy bercerita tentang pengalamannya terpilih sebagai siswa teladan nasional dari Yogyakarta. Ia juga aktif sebagai Ketua OSIS dan pengurus majalah siswa, Sigma.

Rommy meminta para siswa terus belajar karena persaingan semakin ketat. Belajar tidak hanya di bangku sekolah, tapi juga di luar sekolah, termasuk di organisasi. Dengan ilmu, pengetahuan, dan keahlian yang dimiliki, mereka bisa memilih profesi yang diinginkan.


"Dunia politik juga membutuhkan SDM yang mempunyai ilmu tinggi. Bahkan semua orang dengan berbagai profesi dan disiplin yang dimiliki dibutuhkan dalam dunia politik. Jika ada dokter yang terjun di dunia politik, ia bisa memperjuangkan kemajuan dunia kesehatan, tidak hanya mengobati orang sakit," katanya.
(idr/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed