DetikNews
Senin 19 November 2018, 14:16 WIB

Jokowi Sedih Harga Sembako 'Digoreng', Tim Prabowo: Jangan Tutup Mata

Tsarina Maharani - detikNews
Jokowi Sedih Harga Sembako Digoreng, Tim Prabowo: Jangan Tutup Mata Foto: Andre Rosiade (dok. pribadi)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih harga bahan sembako selalu jadi salah satu isu yang 'digoreng' di tahun politik. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno meminta Jokowi tidak menutup mata dengan kondisi di lapangan.

"Jangan sampai Pak Jokowi menyatakan yang disampaikan masyarakat itu politisasi. Kan kasihan masyarakat. Mereka mengeluh, tapi Pak Jokowi menutup mata dan bilang ini politisasi. Kan nggak fair ya. Seharusnya koreksi dan bekerja lebih keras lagi," ujar juru bicara BPN Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade kepada wartawan, Senin (19/11/2018).


Andre menjelaskan selama ini Prabowo-Sandiaga kerap menerima keluhan dari masyarakat soal harga bahan pokok. Hal itu, sebut dia, yang menjadi dasar program perbaikan ekonomi Prabowo-Sandiaga.

"Ini kan kami menyerap aspirasi. Kami bertanya, bagaimana kondisi sekarang. Emak-emak seluruh Indonesia itu mengeluh kalau ke pasar itu harga naik, sembako naik, beras, sayur naik. Lalu sekarang listrik juga naik. Semua serba susah. Anak nggak dapat kerja. Itu yang disampaikan masyarakat ke Pak Prabowo dan Bang Sandi," kata dia.

"Bahkan kepada saya pun sebagai caleg itu yang disampaikan masyarakat tiap berdialog. Keluhan masyarakat itu menjadi dasar Pak Prabowo dan Bang Sandi fokus memperbaiki ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, bagaimana harga stabil," lanjut Andre.


Menurut Andre, Jokowi harus bekerja lebih keras. Sebab, saat ini kinerja Jokowi untuk mengendalikan harga sembako belum dirasakan.

"Faktanya masyarakat mengeluh kan. Berarti kan kinerjanya nggak dirasakan masyarakat," tutur politikus Gerindra itu.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku sedih setiap hal menjadi bahan 'gorengan' di tahun politik. Salah satunya adalah harga sembako.

"Sedih juga kita kalau sudah masuk ke tahun-tahun politik apa pun digoreng. Harga sembako digoreng. Saya pribadi saja, Presiden Jokowi itu PKI. Coba dilihat di medsos. PKI itu dibubarkan tahun 65-66, saya lahir tahun 61. Umur saya berarti baru 4 tahun. Nggak ada PKI balita," ujar Jokowi di Universitas Muhamadiyah Lamongan, Jawa Timur.


Simak Juga '4 Tahun Jokowi-JK, Sandi Soroti Harga Sembako':

[Gambas:Video 20detik]


Jokowi Sedih Harga Sembako 'Digoreng', Tim Prabowo: Jangan Tutup Mata

(tsa/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed