DetikNews
Minggu 18 November 2018, 18:37 WIB

Golkar Target 22 Kursi di DPRD DKI: Kita Bukan Anak Kemarin Sore

Nur Azizah Rizki - detikNews
Golkar Target 22 Kursi di DPRD DKI: Kita Bukan Anak Kemarin Sore Foto: Partai Golkar (Nur Azizah Rizki/detikcom)
Jakarta - Plt Ketua DPD Partai Golkar DKI Jakarta Rizal Mallarangeng bertemu dengan kader-kader Partai Golkar wilayah Jakarta Selatan. Rizal menyampaikan target 22 perolehan kursi di DPRD DKI.

"Kita target resminya 22 (kursi) kemarin, tetapi saya secara pribadi dapat 15, 16, 17, 18 kursi sudah oke. Artinya sudah 2 kali lipat loh itu, sekarang kan 9 (kursi di DPRD DKI)," ujar Rizal di Setu Babakan, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (18/11/2018).


Golkar Target 22 Kursi di DPRD DKI: Kita Bukan Anak Kemarin Sore!Foto: Partai Golkar (Nur Azizah Rizki/detikcom)

Rizal mengaku senang dengan semangat kader-kader Golkar. Meskipun sempat diguncang berbagai persoalan, kader tetap punya semangat untuk membuktikan bahwa Golkar bukan partai kemarin sore.

"Kan kita dua tahun ada perpecahan, selesai ada prahara lagi ketua umum dan sekretaris masuk KPK. Kader agak patah semangat sedikit. Tetapi begitu ada ketua umum yang baru, begitu kita mulai keliling, begitu ketua umum punya kebijakan sudah sampai ke daerah, ada semangat untuk membuktikan bahwa Partai Golkar bukan partai anak kemarin sore," tegas Rizal.

"Kalau partai lain yang baru 5 tahun, 10 tahun dibentuk, kena prahara kayak kita, perpecahan internal, ketua umum kena KPK, sekjen kena KPK, udah mampus partai itu. Udah nol koma, nol koma. Betul nggak? Tapi kita seperti pelaut. Kalau pelaut yang tangguh itu ujiannya bukan riak-riak yang kecil, ujiannya itu ombak yang menggunung," imbuhnya.


Rizal menyebut caleg-caleg di masing-masing daerah pemilihan adalah ujung tombak kekuatan Partai Golkar. Ia meminta caleg mengerahkan seluruh waktu, pemikiran, dan semangatnya untuk menjadikan Partai Golkar berada di urutan teratas dalam Pileg 2019.

"Yang menentukan nanti adalah saudara-saudara semua di lapangan ujung tombak kekuatan Partai Golkar. Jadi kalau saya lihat bapak-bapak, ibu-ibu, adik-adik semangat, saya pun jadi bukan lagi semangat, mau loncat untuk semangat. Tiap hari buat Golkar," ucapnya.

"Pastilah ada persaingan di dalam partai, tetapi yang paling penting jangan menggunting di dalam lipatan, jangan menohok kawan seiring, lawan kita adalah partai lain. Sejauh warna kuning, sejauh Partai Golkar, pilih yang mana suka. Jangan pilih warna yang lain, itu yang paling penting," sebutnya.

Bicara Survei Internal, Golkar Optimistis Raup 18% Suara Nasional

Partai Golkar optimistis meraup 18% suara nasional. Mereka yakin karena survei internal menunjukkan tren positif. Survei tersebut dilakukan terhadap 27 ribu responden yang tersebar di 80 dapil seluruh Indonesia.

"Waktu terjadi prahara, puncak kita kena gelombang 8 meter itu, kita merosot 14,7% kan 2014, menjadi 8%. Gemetar kita waktu itu. Tadi malam kita baca surveinya, sekarang kita 16,8%!" ujar Rizal.

Rizal menyebut ada semangat baru yang dimiliki para kader usai permasalahan korupsi yang menimpa sejumlah petinggi partai. Ia menyampaikan bahwa Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto menargetkan perolehan suara Golkar dapat mencapai 18% secara nasional.

"Rupanya ada semangat baru dalam kader-kader Partai Golkar bahwa setelah gelombang prahara lewat, setelah cobaan yang amat sangat berat lewat, kita harus bangkit kembali dan sekarang tanda-tandanya sudah mulai muncul. Kita alhamdulillah tentu saja nggak boleh puas, ke depan, kalau sekarang 16,8, target ketum kita 18%, insyaallah kita akan mencapai itu. Bahkan harapan saya, melampaui dari target itu," lanjut Rizal.

Dengan optimisme yang sama, Rizal berharap Golkar dapat mengusung gubernur sendiri pada Pilkada DKI Jakarta di 2022 mendatang jika dapat meraup suara maksimal. Ia menginginkan kader terbaik Golkar yang memiliki konsep, dedikasi, dan ketangguhan untuk dapat bertarung dalam pilkada.

"Kita sudah besar di DPRD. Dan karena itu kita bisa pada tahun 2022 Pilkada Gubernur DKI kita bisa mengusung gubernur sendiri. Mereka yang punya konsep, mereka yang punya dedikasi, mereka yang punya persistensi, ketangguhan untuk bertarung dalam pilkada yang tidak mudah," paparnya.

Rizal menyebut Pilkada DKI Jakarta penting karena menjadi barometer politik nasional. Dengan begitu, jika mengusung gubernur sendiri, Golkar akan semakin menunjukkan kekuatannya.

"Kenapa pilkada DKI penting? Karena itu adalah barometar dari politik nasional. Kira-kira kita tunjukkan karena kita pengin Jakarta Golkar kuat, karena ini bukan cuma sekedar teritori Ibu Kota, dia juga menjadi barometer politik nasional," tandasnya.


(gbr/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed