DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 20:17 WIB

Gaet Milenial, Tim Jokowi Luncurkan dan Jual Merchandise Anak Muda

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Gaet Milenial, Tim Jokowi Luncurkan dan Jual Merchandise Anak Muda Tim Kampanye Nasional meluncurkan JokowiApp sekaligus merchandise. (Wildan/detikcom)
Jakarta - Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin meluncurkan JokowiApp sekaligus merchandise paslon nomor urut 01 itu. Merchandise yang dijual di pasar itu bergaya anak muda.

"Alat peraga ini dikesankan milenial yang minimal milenial suka. Yang tua kayak saya pun tidak takut menampilkan, bahkan menambah kemudaan saya," kata Direktur Program TKN Aria Bima kepada wartawan di Epiwalk, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2018).

"Kita pakai survei juga pemanggilan anak muda mana yang paling disukai dari seluruh simbol ini adalah #01 yang warna-warni. Sebagian ingin #01 yang tidak ada warna. Ini akan kita lakukan juga, tapi itu semua nanti," sambungnya.

Gaet Milenial, Tim Jokowi Luncurkan dan Jual Merchandise Anak MudaFoto: Tim Kampanye Nasional meluncurkan JokowiApp sekaligus merchandise. (Wildan-detikcom)

Merchandise yang diluncurkan berbarengan dengan JokowiApp itu juga dijual di pasar. Merchandise bertema anak muda, seperti kaus, hoodie, jaket, tas selempang, topi, korek, asbak, hingga botol minum. Semua merchandise itu, dikatakan Arya, cocok digunakan untuk kalangan milenial.

"Inilah simbol alat peraga. Wujudnya bisa kaus, bisa jaket, topi bisa, kerudung, peci, slayer, bisa sabuk, bisa mantel, bisa gantungan kunci, cup tempat minum yang itu lebih diekspresikan dalam narasi substansinya adalah kemeriahan, keceriaan warna-warni yang tidak menunjukkan suatu bentuk yang tegang, yang terlalu serius-serius amat seolah kita berpolitik," ujar Arya.

Politikus PDI Perjuangan itu mengatakan merchandise tersebut dijual di pasar. Semua usaha kecil dan menengah (UKM) dibebaskan untuk menjualnya.


Untuk para UKM, menurut Arya, bisa meminta hard copy desain merchandise itu untuk selanjutnya dicetak dan dijual sendiri. Hasil penjualan itu disebutnya juga untuk membantu dana kampanye.

"Bagaimana TKD bisa menyelenggarakan yang serupa pemilihan alat peraga juga berupa crowdfounding sekian persen pembelian alat peraga bentuk sumbangan kepada Tim kampanye yang itu akan dilakukan secara transparan dengan akuntan publik nantinya, diurusi oleh tim kebendaharaan kita," pungkas Arya.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed