DetikNews
Sabtu 17 November 2018, 11:15 WIB

Ini Alasan KSP Wawancarai John Kei di Lapas Nusakambangan

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Ini Alasan KSP Wawancarai John Kei di Lapas Nusakambangan Wawancara staf Kantor Staf Kepresidenan, Ratna Dasahasta, dengan John Kei di Nusakambangan (Foto: dok. YouTube)
Jakarta - Kisah kehidupan John Kei, pembunuh bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung, di dalam Lembaga Permasyarakatan Nusakambangan terungkap dalam sebuah wawancara dengan pihak Kantor Staf Presiden (KSP). Alasan KSP mewawancarai John adalah memberikan informasi terkait dengan upaya pemerintah dalam pembinaan terhadap narapidana.

John kini tengah menjalani masa kurungan di Nusakambangan setelah divonis 12 tahun penjara oleh PN Jakpus (hukuman diperberat menjadi 16 tahun penjara pada tingkat kasasi). Meski dinyatakan bersalah, KSP menjelaskan, John harus tetap mendapatkan hak-haknya selama dipenjara.


"Kami ingin menyampaikan kepada publik tentang upaya pemerintah melakukan penanganan dan pembinaan terhadap napi pembunuh sadis seperti John Kei. Hukuman dan pembinaan dijalankan secara paralel. Hukuman terhadap kejahatannya harus ditegakkan, sementara kami juga harus memperhatikan hak-haknya sebagai manusia, sebagai warga negara yang perlu dilindungi," ujar Jaleswari Pramodhawardani, selaku Deputi V KSP yang membidangi Kajian Politik dan Pengelolaan Isu-isu Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan HAM, saat dimintai konfirmasi detikcom, Sabtu (17/11/2018).

Pada saat diwawacarai, John mengaku sudah bertobat setelah sempat dimasukkan ke lapas high risk atau sel isolasi. Menurut Jaleswari, hak-hak John tetap diperhatikan selama ini, dan hal ini perlu diinformasikan secara luas ke khalayak.

Deputi V KSP, Jaleswari Pramodharwardani.Deputi V KSP Jaleswari Pramodharwardani (Ari Saputra/detikcom)

"Ternyata proses penghukuman yang tetap memanusiakan manusia itu punya implikasi positif bagi John Kei. Ia menjadi manusia baru setelah berada di dalam penjara. Ini tentu suatu hal yang baik, yang penting untuk dikabarkan, di tengah berita bahwa penjara justru melahirkan penjahat baru yang lebih canggih," tutur Jaleswari.

Lapas high risk berbeda dengan lapas lain di Nusakambangan. Penjara itu khusus untuk napi-napi yang memiliki risiko tinggi keamanan. Gedungnya sangat tinggi dan terdapat penjaga berompi di tiap akses keluar-masuk. Kamera CCTV juga terlihat terpasang gedung penjara. Dalam video wawancara itu juga diperlihatkan gambar rantai dan gembok yang mengunci pintu. John menjalani kurungan di lapas high risk selama 3 bulan hingga akhirnya bertobat.


"Tidak bisa dimungkiri bahwa kita mengalami overcapacity lapas. Tetapi pemerintah terus berupaya membenahi ini. Nusakambangan, yang menjadi tempat John Kei menebus kesalahannya di lapas supermaksimum, satu sel satu orang, telah menjadikannya sosok John Kei yang dulu kejam telah berubah setelah 3 bulan penempatannya," terang Jaleswari.

Sebelumnya, dalam sebuah wawancara dengan pihak KSP, John mengatakan pertama kali masuk ke Nusakambangan dia mengaku labil. Setelah beberapa tahun di Nusakambangan, John sempat dipindah ke lapas high risk atau lapas dengan pengawasan ketat. Kini John merasa lebih dekat dengan Tuhan.

"Sekarang saya tidur jam 7 (malam), bangun jam setengah 3 (dini hari), baca doa sampai jam 6 pagi. Paling jam pagi keluar main catur, nanti siang tidur lagi, baca firman. Di Nusakambangan ini saya dekat sama Tuhan," ujar John, yang dikutip dari wawancara di YouTube, Jumat (16/11).



Tonton juga video 'Hari-hari di Nusakambangan yang Mengubah Hidup John Kei':

[Gambas:Video 20detik]

Ini Alasan KSP Wawancarai John Kei di Lapas Nusakambangan

(dkp/hri)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed