DetikNews
Jumat 16 November 2018, 21:34 WIB

'Sensasi' Kapitra Kaitkan Gerindra dan Penistaan Agama

Elza Astari Retaduari, Andhika Prasetia - detikNews
Sensasi Kapitra Kaitkan Gerindra dan Penistaan Agama Kapitra Ampera (Kanavino/detikcom)
Jakarta - Politikus PDIP Kapitra Ampera melempar 'peluru' ke Gerindra saat membela sang ketum, Megawati Soekarnoputri, dan petahana Presiden Joko Widodo. Ia lalu mengkaitkan Gerindra dengan Basuki T Purnama (Ahok) dalam kasus penistaan agama.

'Peluru' yang dilemparkan Kapitra berawal dari pernyataan Persaudaraan Alumni (PA) 212 yang mengkritik Jokowi dan Megawati. Ini terkait pernyataan Megawati yang merasa kasihan terhadap capres Prabowo Subianto karena dikelilingi orang-orang berkarakter kurang baik.

Kapitra mengingatkan PA 212, aksi bela Islam pada 2 Desember 2016 itu dapat terwujud atas peran KH Ma'ruf Amin, yang kini menjadi cawapres Jokowi. Aksi 212 terselenggara terkait kasus penistaan agama yang menjerat Ahok. Ia menyebut, Gerindra-lah yang mengusung Ahok pada Pilgub DKI Jakarta 2012 untuk berpasangan dengan Jokowi.


"Yang mencalonkan Ahok sebagai wagub itu adalah Gerindra, malam terakhir pendaftaran, Jokowi masih ingin Deddy Mizwar (sebagai cawagub), tapi Pak Prabowo maksa sampai minta ke Bu Mega pinjam Jokowi untuk dipasangkan dengan Ahok," kata Kapitra kepada wartawan, Jumat (16/11/2018).

Gerindra pun disebut memiliki peran dalam kasus penistaan agama. Alasannya, menurut Kapitra, Gerindra-lah yang memilih Ahok maju di pilgub meski pada akhirnya di Pilgub DKI setelahnya Gerindra tidak lagi mengusung eks Gubernur DKI itu.

"Karena ketika gubernur berhalangan tetap saat maju pilpres, yang akan jadi gubernur Ahok. Jadi yang beri peluang Ahok menista agama adalah Gerindra. Apa urusannya dengan Bu Mega? Kan tadinya PDIP dukung Foke (Fauzi Bowo). Tapi karena persahabatan dengan Prabowo akhirnya mau (pilih Ahok). Apa salah Bu Mega?" ucap mantan pengacara Habib Rizieq Syihab itu.


Gerindra pun tak terima atas pernyataan Kapitra. Ketua DPP Gerindra Ahmad Riza Patria menyebut caleg PDIP tersebut sedang mencari sensasi.

"Kapitra ini kan cuma cari sensasi. Udah nggak zamanlah, nggak laku. Kalau mau jadi calon anggota Dewan, sudah... kampanye di dapil masing-masing, buktikan bisa menang di dapil," ungkap Riza.

Gerindra lantas mengungkit parpolnya yang mensponsori Ahok supaya bisa menjadi cawagub bagi Jokowi kala itu. Pada perjalanannya, Ahok menjadi gubernur saat Jokowi terpilih sebagai presiden. Ahok pun saat mencalonkan kembali di Pilgub DKI terseret kasus penistaan agama hingga dibui 2 tahun.

"Kalau dalam perjalanan dia nggak benar, masa Gerindra disalahkan? Masa Pak Prabowo dan Pak Hashim disalahkan? Kita saja orang tua kalau punya anak, kita didik, kita sekolahkan, kita biayai, begitu dia besar berantem, nggak sengaja membunuh orang. Apa orang tuanya mau disalahkan?" papar Riza.
(elz/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed