DetikNews
Jumat 16 November 2018, 20:55 WIB

Polisi ke Keluarga Korban Lion Air: Identifikasi Perlu Ketekunan

Rolan - detikNews
Polisi ke Keluarga Korban Lion Air: Identifikasi Perlu Ketekunan Konferensi pers update identifikasi korban Lion Air di RS Polri (Rolan/detikcom)
Jakarta - Keluarga salah satu korban kecelakaan Lion Air PK-LQP, Manurung, bertanya kepada pihak RS Polri terkait waktu yang dibutuhkan untuk mengidentifikasi bagian tubuh yang telah ditemukan. Pihak RS Polri menyebut proses identifikasi memerlukan ketekunan.

"Perlu kami sampaikan bahwa kepada Bapak Manurung, kami dari tim DVI menerima kantong jenazah yang tim pencari penumpang sampai hari Sabtu kemarin, itu ada 195 kantong jenazah. Dari 195 ini, ada 666 body part," ujar Karumkit RS Polri Brigjen Musyafak dia RS Polri, Jakarta Timur, Jumat (16/11/2018).


Body part dari kecelakaan Lion Air PK-LQP yang diserahkan ke DVI, kata Musyafak, berukuran kecil-kecil. Karena itu, proses identifikasi memerlukan ketelitian dan ketekunan.

"Body part ini, boleh kami sampaikan di sini, dari peristiwa-peristiwa kecelakaan yang ditangani oleh tim DVI, khususnya lagi kasus kecelakaan pesawat, barangkali kasus inilah yang mungkin dikatakan sifatnya agak lebih kecil-kecil dibandingkan AirAsia dan Sukhoi. Artinya, perlu ketelitian sekaligus ketekunan dalam pemeriksaan," tutur Musyafak.

"(Ketelitian dan ketekunan) baik untuk mengetahui mendapatkan informasi tanda-tanda medis maupun tanda-tanda properti dan yang terakhir adalah pemeriksaan DNA," imbuh dia.


Bentuk dari 666 body part tersebut, jelas Musyafak, beragam. Satu body part, lanjutnya, bukan berarti milik 1 jenazah.

"Jadi satu jenazah bisa ada beberapa body part, itu yang perlu diketahui. Jadi, bukan 95 yang terindentifikasi dari 95 body part, bukan begitu, Pak. Jadi ini dari tim ahli DNA yang melaksanakan pemeriksaan sampel DNA, masih ada beberapa sampel DNA yang dalam proses penyelesaian yang diperkirakan tanggal 23 besok itu selesai semua karena masih perlu ketekunan," jelasnya.

"Sebagai contoh body part-nya adalah tulang dan sebagainya dan bahkan ada body part yang tidak didapatkan profil DNA. Sebagai contoh adalah kalau lemak, nah begitu. Jadi yang selama ini yang 95 teridentifikasi adalah dari beberapa body part, jadi bukan berarti yang di dalam instalasi forensik ini banyak sekali body part, bukan begitu. Ya demikian, Pak," imbuh Musyafak.
(gbr/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed