"Beberapa hal yang jadi concern Dishub adalah bagaimana memberikan informasi dini kepada masyarakat apabila terjadi pengalihan arus. Kemudian juga bagaimana kita menyediakan kendaraan yang bisa digunakan sebagai alat bantu evakuasi warga," kata Sigit seusai apel siap siaga banjir di Polda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (16/11/2018).
Dia mengatakan Dishub punya mobil derek yang bisa dipakai untuk mengevakuasi kendaraan yang terdampak banjir. Dishub juga menyiapkan rambu-rambu portabel untuk pengamanan lalu lintas.
Salah satu titik yang sudah dipetakan ialah di Cipinang Melayu. Daerah tersebut disorot Dishub karena menjadi jalur utama warga dari Jakarta menuju Bekasi dan sebaliknya.
"Cipinang Melayu, Kampung Melayu, Kelapa Gading, kawasan Tanjung Priok, itu jadi konsentrasi-konsentrasi kami dan kemudian bagaimana kita melaksanakan kesiapan terkait dengan rekayasa lalin sebagai bentuk tanggap dari musibah banjir atau genangan," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sigit mengatakan pihaknya memetakan ada 305 simpul rawan macet jika terjadi banjir.
"Jadi kalau kita bicara kalau tadi Pak Gubernur bilang ada 30 (titik), itu konsentrasinya memang adalah lokasi-lokasi yang menahun, tapi peta kita ada 305 simpul dan ini kita sudah petakan semua wilayah bekerja sama dengan relawan tadi yang disampaikan bahwa di setiap kelurahan ada relawan kita juga sudah meng-assesst apa yang disampaikan oleh mereka," ujar dia.
Saksikan juga video 'Polres Jakbar Siagakan Pasukan untuk Antisipasi Banjir':
(jbr/imk)











































