DetikNews
Jumat 16 November 2018, 06:09 WIB

Dendam Apa Bikin Terduga Pelaku Bantai Keluarga Kerabat?

Arief Ikhsanudin, Isal Mawardi - detikNews
Dendam Apa Bikin Terduga Pelaku Bantai Keluarga Kerabat? Foto: HS teduga pembunuh satu keluarga di Bekasi. (Dokumen Facebook)
Bekasi - HS ditangkap polisi karena diduga membunuh satu keluarga di Bekasi, Jawa Barat. Motif pembunuhan itu belum dipastikan. Sejauh ini dugaan yang muncul menyebutkan karena dendam. Dendam apa?

"Untuk sementara, dugaan motif bisa juga karena dendam. Namun, untuk kepastiannya, kita biarkan para penyidik bekerja dulu mengungkap kasus ini," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada detikcom, Selasa (13/11/2018).


Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono HS masih punya ikatan keluarga dengan korban Daperum Nainggolan. Tepatnya, HS saudara dari istri Daperum, Maya Boru Ambarita.

"Yang bersangkutan masih saudara dengan istrinya, korban yang perempuan," ujar Argo di Polda Metro Jaya, Kamis (15/11/2018).

Daperum Nainggolan bersama istrinya, Maya Boru Ambarita, dan dua anaknya, Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) ditemukan tewas pada Selasa (13/11). Ada luka bekas senjata tajam di leher Daperum dan istrinya. Sedangkan dua anaknya diduga kehabisan oksigen karena dibekap pelaku.

HS ditangkap di kaki Gunung Guntur, Garut, pada Rabu (14/11). Dia ditangkap setelah polisi menemukan petunjuk dari mobil korban pembunuhan yang ditemukan di Cikarang.


Tetangga korban di Jl Bojong Nangka, Pondok Melati, Kota Bekasi, mengaku pernah melihat HS di warung yang dijaga Daperum. Warung dan rumah kontrakan yang menyatu dengan tempat tinggal Daperum diketahui milik Douglas, kakak Diperum. Douglas meminta adiknya mengelola warung dan kontrakan dua lantai itu.

"Kayaknya orang ini (HS) pernah jaga toko sebelum korban," kata tetangga Daperum.


Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini. Penyidik masih menunggu Labfor untuk meneliti bercak-bercak darah baik di mobil Nissan X-Trail milik korban yang dibawa HS hingga celana HS.

"Kita tunggu Labfor sebagai ahlinya. Untuk, apakah darah ditemukan identik atau tidak," ujarnya.


Saksikan juga video 'Inilah HS, Terduga Jagal 1 Keluarga di Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]


(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed