DetikNews
Kamis 15 November 2018, 16:05 WIB

Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Seperti Itu?

Ahmad Bil Wahid - detikNews
Megawati: Kasihan Prabowo, Kenapa Orang di Lingkungannya Seperti Itu? Foto: Megawati Soekarnoputri. (Grandyos Zafna/detikcom).
Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa kasihan dengan capres Prabowo Subianto saat ini. Mega mengaku heran dengan karakter orang-orang yang ada di sekitar Prabowo.

Pernyataan itu disampaikan Mega saat pidato dalam pembukaan sekolah caleg PDIP. Dia awalnya mengungkap hubungannya dengan Prabowo yang tak ada masalah, meski kini berada di kubu berbeda.

"Ndak pernah saya menghujat orang. Boleh cari di mana, ngomongin siapa-siapa, ndak. Sampai Pak Prabowo pun dengan saya hormat karena saya tidak pernah mengatakan hal-hal yang jelek. Pak Prabowo juga tidak pernah menjelekkan saya. Ndak pernah," kata Megawati di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2018).


Megawati lalu mengungkapkan rasa kasihannya pada Prabowo. Ia menyinggung orang-orang yang kini ada di lingkungan Prabowo.

"Kan kasihan ya. Kalau saya bilang, kasihan beliau. Kenapa orang di lingkungannya seperti begitu?" ujarnya.

Presiden RI ke-5 itu menilai orang-orang di lingkungan Prabowo suka memberikan pernyataan yang tak positif. Itu dianggap Megawati sebagai hal buruk.

"Seakan-akan itu adalah orang di lingkungannya yang selalu menjalankan hal-hal yang buruk, yang mengkritisi pemerintah dengan cara yang menurut saya bukan kritikan positif," kata dia.


Meski begitu, Megawati mengingatkan apa yang disampaikan harus dipahami secara menyeluruh. Sebab menurut dia, pidatonya kadang tak dipahami sesuai konteks karena disampaikan secara terpotong-potong.

Megawati pun mengaku siap mengklarifikasi kepada Prabowo bila ada pernyataannya yang disalahtafsirkan. Hubungan Megawati dan Prabowo cukup dekat mengingat keduanya pernah maju bersama saat Pilpres 2009.

"Adalah sebuah hal yang sangat sulit bahwa saya pidato bisa (disamakan) semuanya. Mungkin karena begitu, dicacah-cacah, maka konteks saya bicara jadi bias. Tapi ya nggak apa-apa lah. Paling nggak saya ngomong, Kalau nanti saya nyebut Pak Prabowo (terus) dibully-bully, saya telpon pak Prabowo," tutup Megawati.
(abw/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed