DetikNews
Kamis 15 November 2018, 13:42 WIB

Pengaruh Rizieq Turun Versi LSI, Golkar: Bangsa Ingin Suasana Soft

Nur Azizah Rizki - detikNews
Pengaruh Rizieq Turun Versi LSI, Golkar: Bangsa Ingin Suasana Soft Agung Laksono (Nur Azizah Rizqi/detikcom)
Jakarta - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai pengaruh imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sudah berkurang lantaran masalah hukum. Partai Golkar menilai hal tersebut karena bangsa Indonesia menginginkan situasi yang penuh kelembutan.

"Mungkin ada benarnya, (pengaruh Rizieq) bisa menurun. Situasi bangsa sekarang kan sudah menginginkan kelembutan dan suasana menjadi soft. Saya kira seperti itu," kata Ketua Dewan Pakar Golkar Agung Laksono di Gedung Dewan Harian 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Kamis (15/11/2018).

Agung, yang juga anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menyebut masyarakat bisa menilai sendiri hasil survei yang dirilis LSI tersebut. Ini lantaran FPI tak terima dengan hasil survei tersebut.


"Kalau surveinya sendiri memang punya dasar-dasar seperti itu, kita serahkan kepada masyarakat dengan dasar panduan tadi," ujar Agung.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) menilai pengaruh imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab sudah berkurang. Penurunan ini disebabkan masalah hukum Habib Rizieq.


"Jadi kemerosotan ini karena beberapa hal, yaitu sudah tidak lagi di Indonesia dan mungkin dicitrakan bermasalah secara hukum, kemudian memiliki resistensi kepada beberapa kelompok tertentu," kata peneliti LSI Ikrama Masloman di kantor LSI Graha Dua Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (14/11).

FPI menyanggah hasil survei ini. Hasil survei LSI dinilai sebagai pesanan.

"LSI (kok) didengerin. Survei berbayar itu, hasil sesuai yang order," ungkap kuasa hukum FPI Munarman, Rabu (14/11).


Saksikan juga video 'Habib Rizieq Bicara Kasus yang Membuatnya Diperiksa Polisi Saudi':

[Gambas:Video 20detik]


(elz/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed