DetikNews
Rabu 14 November 2018, 17:33 WIB

Komitmen Gubernur Sulbar Jaga Hutan Guna Pembangunan Berkelanjutan

Akfa Nasrulhak - detikNews
Komitmen Gubernur Sulbar Jaga Hutan Guna Pembangunan Berkelanjutan Foto: APPSI
Jakarta - Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (ABM) mengatakan provinsi Sulawesi Barat memiliki kekayaan tambang yang melimpah mulai dari emas, batubara, mangan, torium hingga uranium.

Namun, dia mengaku lebih memprioritaskan menjaga hutan ketimbang masif melakukan eksplorasi yang dapat merusak lingkungan hidup.

"Kita prioritaskan banyak-banyak menanam pohon dan menjaga hutan saja ketimbang mengeruk dan akhirnya merusak alam jangan sampai kesalahan di tempat lain karena kerakusan manusia membuat alam rusak," ungkap ABM, dalam keterangan tertulis, Rabu (14/11/2018).



Saat ditemui Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) pada Rabu (14/11) di Kantornya, ABM mengungkapkan salah satu misinya adalah mengutamakn lingkungan hidup untuk pembangunan berkelanjutan.

Implementasinya dengan mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) secara ketat dan jika ada yang kedapatan melakukan pelanggaran maka izinnya langsung dicabut.



Sementara di sektor energi, dia menilai Pemprov Sulbar cukup masif melakukan elektrifikasi dan menerangi desa-desa yang belum dialiri listrik.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulbar, Amri Eka Sakti mengungkapkan progres elektrifikasi di seluruh Sulbar telah mencapai 78%. Padahal sebelumnya ketika awal Provinsi Sulbar dimekarkan, elektrifikasi hanya mencapai 23%.

"Tahun lalu viral pemberitaan ada 151 desa belum teraliri listrik, dalam setahun kita lakukan progres masif sekarang tersisa 69 desa belum teraliri listrik," ujar Amri.

Dalam proses elektrifikasi tersebut, Amri mengungkapkan Pemprov Sulbar menggunakan energi terbarukan yakni mikrohidro dan tenaga surya sehingga tetap berwawasan lingkungan hidup.

Sementara dalam pemanfaatan Sumber Daya Alam di sektor migas dan mineral, Amri mengungkapkan pemanfaatannya memperhatikan aspek tata ruang sehingga tidak merusak lingkungan.

Kemudian untuk pemanfaatan SDA lain, Sulbar juga memprioritaskan sektor kehutanan. Kepala Dinas Kehutanan Sulbar Fakhruddin mengungkapkan Dinas Kehutanan Sulbar memiliki 12 Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) dengan spesifikasi produk hasil hutan masing-masing di antaranya adalah Rotan, Sutra, Aren, Kemiri hingga Pongamia Pinata yang bisa menjadi sumber bahan bakar biodiesel. Berita lainnya tentang APPSI bisa dilihat di sini.


(mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed