DetikNews
Rabu 14 November 2018, 16:59 WIB

KemenPAN-RB Puji Reformasi Birokrasi di Pemprov Jateng

Moch Prima Fauzi - detikNews
KemenPAN-RB Puji Reformasi Birokrasi di Pemprov Jateng Foto: Dok Pemprov Jateng
Jakarta - Penerapan reformasi birokrasi di pemerintahan Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan sangat baik. Keberhasilan penerapan reformasi birokrasi daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo itu harus menjadi contoh daerah lain di Indonesia.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB, Muhammad Yusuf Ateh, dalam acara evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Reformasi Birokrasi di Semarang, Rabu (14/11/2018).

"Kami mengapresiasi capaian dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam capaian reformasi birokrasinya. Birokrasi di Jawa Tengah ini sudah berjalan sangat baik dan harus role model daerah-daerah lain di Indonesia," kata dia.


Bahkan, lanjut Ateh, dirinya sampai kebingungan memberikan masukan kepada Provinsi Jateng terkait pembinaan reformasi dan akuntabilitas publiknya.

"Kami sampai bingung mau memberikan bimbingan seperti apa di Jateng ini, karena reformasi birokrasinya sudah berjalan sangat baik," paparnya.

Meski begitu, Ateh tidak lelah mengingatkan semua pihak bahwa persoalan birokrasi harus terus ditekankan. Menurutnya, sampai saat ini masih banyak aparatur sipil negara (ASN) di seluruh Indonesia yang belum memberikan manfaat bagi masyarakat. Hampir 30 persen ASN di Indonesia yang bekerja semaunya tanpa memberikan dampak berarti.

"Masih banyak pegawai yang belum bisa bekerja maksimal, belum tahu tugas dan kewajibannya dalam bekerja. Inilah kenapa reformasi birokrasi menjadi penting karena ini menjadi ukuran sukses tidaknya sebuah daerah melakukan pembangunan di semua bidang," tegasnya.

Di lain sisi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan reformasi birokrasi adalah kunci utama kesuksesan dalam sebuah pemerintahan. Untuk itu, dia selalu menekankan pentingnya hal itu dalam menata pemerintahan.

"Kalau birokrasi tidak berjalan baik, artinya birokrasi yang tidak bersih dan tidak melayani, maka akan menjadi problem utama dalam penyelenggaraan pemerintah," katanya.

Ganjar menerangkan, sejak memimpin Jawa Tengah pada 2013, persoalan reformasi birokrasi menjadi fokus utama. Hal itu kembali ia lakukan dalam pemerintahan kedua bersama Taj Yasin Maimoen, dengan menjadikan reformasi birokrasi sebagai fokus utama dalam RPJMD 2018-2023.

"Dari sekian banyak program dalam RPJMD itu, saya menjadikan reformasi birokrasi sebagai fokus utama. Prinsipnya simpel, kalau pemerintahan bersih, bisa melayani, maka semua sektor lain akan baik juga. Kalau bersih pasti tidak ada korupsi, kalau melayani pasti tidak ada komplain dari masyarakat," terangnya.


Reformasi birokrasi, lanjut politikus PDI Perjuangan itu, saat ini menjadi tuntutan utama masyarakat. Dengan ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan yang begitu tinggi, tidak ada pilihan selain melakukan hal itu.

"Ekspektasi masyarakat terhadap pemerintahan saat ini sangat tinggi. Kalau tidak diimbangi dengan reformasi birokrasi, maka tidak akan tercapai kesempurnaan dalam pelayanan. Reformasi birokrasi menjadi penting karena itulah sejatinya arti negara dan pemerintahan hadir di tengah masyarakat," tutupnya.
(ega/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed