detikNews
Rabu 14 November 2018, 14:08 WIB

Cerita Perjuangan Gubernur Sulteng Kembali ke Palu Pascagempa

Moch Prima Fauzi - detikNews
Cerita Perjuangan Gubernur Sulteng Kembali ke Palu Pascagempa Foto: Dok APPSI
Jakarta - Saat peristiwa Gempa dan Tsunami di Palu, Sigi dan Donggala pada 28 September 2018, Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola tengah berada di Kabupaten Tojo Una Una dalam perjalanan dinas. Begitu merasakan gempa dan mengetahui terjadi Tsunami, pada malam hari itu juga ia langsung berangkat kembali menuju Palu.

"Tanggal 28 saya sedang mengecek persiapan Tour De Central Celebes dari Luwuk ke Ampana lalu ke Tojo Una-una, petang terasa gempa keras sekali, saya liat di Televisi tsunami di Palu, langsung malam itu juga saya kembali ke Palu," ungkap Longki kepada Tim Ekspedisi dari Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Dari Tojo Una-una, Gubernur Longki Djanggola tiba di perbatasan Kabupaten Parigi Moutong dan Palu pada pukul 03.00 dini hari dan terkendala longsor akibat gempa dan akses menuju Palu terputus.


Longki bersikeras bagaimana agar bisa sesegera mungkin sampai di Palu, keesokan harinya ia meminta kepada stafnya untuk mencari akses menuju Palu bagaimanapun caranya.

"Sampai dini hari kami istirahat dulu sambil saya minta bagaimana caranya agar bisa sampai Palu, entah harus jalan atau naik motor," tutur Longki.

Bersama rombongannya, Longki sempat berjalan melewati timbunan longsor hingga tiga kilometer. Mengetahui Gubernur Longki sedang berusaha kembali ke Palu, masyarakat bergotong royong membantunya untuk memanggul dan membawa motor agar bisa cepat kembali ke Palu.

"Saya jalan kaki 3 km, sambil jalan apapun yang terjadi motor harus bisa lewat, lalu banyak masyarakat bantu, akhirnya bisa sampai di seberang melewati timbunan longsor, dan lanjut perjalanan menggunakan motor trail," kata Longki.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan dengan motor, Longki tiba di Palu pada pukul 11 siang dan langsung pergi ke Pantai untuk mengecek kondisi pasca tsunami.

"Tiba di Palu jam 11 siang dan kondisi begitu memprihatinkan, hari itu datang kondisi masih kolaps, listrik jaringan telepon mati, BBM langka, air bersih juga ikut langka, masyarakat panik dan terjadi penjarahan" ujar Longki sambil meneteskan air mata.

Setelah itu ia berkoordinasi dengan Kepala BNPB dan Panglima TNI yang datang dengan Hercules, dan saat itu juga sebagai Gubernur ia menetapkan kondisi tanggap darurat bencana untuk dua pekan kedepannya.


Kemudian pada hari Senin tiga hari setelah bencana, pemerintahan di Provinsi Sulteng telah kembali aktif.

"Pemerintahan sudah jalan hari Senin, Senin saya masuk bersih-bersih ruangan, karena kita kalau sebagai ASN takut dan tidak bisa berbuat, gimana rakyatnya, suka tidak suka harus kita hadapi ketakutan itu," pungkas Longki Djanggola.

Untuk mengetahui informasi kegiatan APPSI lainnya, silakan baca di sini.
(ega/idr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed