Beda Pilihan Politik di Pilkades, Buruh di Sulbar Dipecat

Beda Pilihan Politik di Pilkades, Buruh di Sulbar Dipecat

Abdy Febriady - detikNews
Rabu, 14 Nov 2018 11:32 WIB
Foto: Buruh batu di Sulbar (abdy/detikcom)
Mamuju - Ratusan warga Desa Beroangin, Mapilli, Polman, Sulawesi Barat (Sulbar) terpaksa kehilangan pekerjaan. Sebab, majikannya memberhentikan mereka karena beda pilihan politik dalam pilkades.

"Masa mereka kerja di tempat saya, cari makan di tempat saya. Giliran saya minta bantuan semuanya justru berbalik melawan saya," kata Kardi kepada detikcom, Rabu (14/11/2018).

Kardi merupakan lahan tambang batu. Di tempatnya, ratausan warga bekerja sebagai buruh pikul dan pemecah batu. Salah satu buruh pikul batu, Acang mengaku sedih. Apalagi hampir semua warga di daerah ini menggantungkan hidup pada lahan tambang tersebut.

"Kita ini kasian, masa hanya karena beda pilihan pilkades kita langsung dilarang bekerja, mau makan apa kita nantinya," ungkap Acang.

Di tempat terpisah, Kepala Desa Beroangin, Anto mengaku prihatin atas kondisi yang dialami warganya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sudah berulang kali dilaporkan warga untuk dicarikan solusi, tapi sejauh ini masih buntu. Saya sedih harusnya persoalan pilkades tidak berbuntut panjang membuat warga terpecah," kata Anto yang juga inkumben. (asp/asp)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads