"Masa mereka kerja di tempat saya, cari makan di tempat saya. Giliran saya minta bantuan semuanya justru berbalik melawan saya," kata Kardi kepada detikcom, Rabu (14/11/2018).
Kardi merupakan lahan tambang batu. Di tempatnya, ratausan warga bekerja sebagai buruh pikul dan pemecah batu. Salah satu buruh pikul batu, Acang mengaku sedih. Apalagi hampir semua warga di daerah ini menggantungkan hidup pada lahan tambang tersebut.
"Kita ini kasian, masa hanya karena beda pilihan pilkades kita langsung dilarang bekerja, mau makan apa kita nantinya," ungkap Acang.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Beroangin, Anto mengaku prihatin atas kondisi yang dialami warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT