DetikNews
Selasa 13 November 2018, 23:04 WIB

Karena Canda Guru dan Siswa Ada Batasnya

Rivki - detikNews
Karena Canda Guru dan Siswa Ada Batasnya Joko Susilo, guru SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal (Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Kendal - Video yang menampilkan lima siswa menggoda dan mengganggu seorang guru di Kendal viral di media sosial. Guru yang diketahui bernama Joko Susilo itu diminta oleh Mendikbud Muhadjir Effendy tetap menjaga kewibawaannya.

Dirangkum detikcom, Selasa (13/11/2018), dalam video berdurasi 24 detik tersebut, terlihat guru yang diketahui bernama Joko Susilo itu didorong seorang murid dan dikepung murid lainnya.

Joko dan para siswa itu kemudian terlihat atraktif seolah menghalau dengan saling tendang hingga salah satu sepatu Pak Joko melayang. Video berakhir dengan suara tawa para siswa dan Pak Joko berdiri di balik mejanya menata buku.


Guru Joko pun minta maaf atas kelakuan sang anak dan sikapnya yang membiarkan para anak menggoda dirinya.

"Pertama-tama, saya menyampaikan maaf sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas beredarnya itu viral," kata Joko di SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal. Senin (12/11/2018).

Guru mata pelajaran gambar teknik otomotif SMK NU 03 Kaliwungu, Kendal, itu sudah bertemu dengan wali murid yang bersangkutan. Selain itu, dia didatangi Bupati Kendal Mirna Anissa dan perwakilan dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Lima orang siswa mengganggu guru di dalam kelas viral di media sosial itu pun minta maaf. Mereka meminta maaf dan membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

"(Surat pernyataan) ini nanti dilaporin ke dinas provinsi," kata Bupati Mirna kepada salah seorang guru di SMK NU 03 Kaliwungu.

Mendikbud Muhadjir Effendy juga angkat bicara atas kasus tersebut. Muhadjir menegaskan guru harus tetap memiliki wibawa di hadapan murid walaupun dalam kondisi bercanda.



"Hubungan antara guru dan siswa harus dijaga yang baik, jangan sampai, kalau ada candaan tuh, ada batasnya, jangan sampai kebablasan," kata Muhadjir di kantornya.

Dia menganggap guru seharusnya bisa menempatkan diri di hadapan para muridnya. Dia mengatakan guru bisa sebagai sosok yang berbaur dengan murid dan bisa juga sebagai sosok pengayom yang harus dipatuhi para murid.

"Ada saatnya bercanda dan harus ada saat guru punya otoritas sebagai orang yang harus dipatuhi, disegani," tuturnya.
(rvk/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed