Pengawalnya Arogan, Gubernur Sumsel Minta Maaf

Raja Adil Siregar - detikNews
Selasa, 13 Nov 2018 15:07 WIB
Foto: Herman Deru (bersafari hitam) meminta maaf (raja/detikcom)
Palembang - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru akhirnya secara terbuka minta maaf kepada wartawan di Sumatera Selatan. Permintaan maaf itu disampaikan karena sikap arogansi pengawalnya terhadap wartawan.

Permintaan maaf disampaikan Herman Deru di hadapan puluhan wartawan baik dari media cetak, online dan elektronik.

"Ini sangat-sangat saya sesalkan. Di sini saya sampaikan permintaan maaf," kata Herman Deru di halaman Kantor Gubernur Sumsel, Selasa (13/11/2018).


Diakui Herman Deru, insiden ini terjadi tepat 40 hari saat dirinya baru menjabat sebagai gubernur. Dia mengaku sudah melakukan evaluasi terhadap tim yang melakukan pengamanan saat dirinya kunjungan.

"Insiden ini terjadi tepat 40 hari saat saya menjadi gubernur Sumsel dan saya tentu minta maaf dan tentu minta untuk protap pengamanan di-evaluasi. Saya tidak mau dibatasi dengan rakyat, apalagi sama adik-adik wartawan," katanya.

"Secara pribadi sebagai orang tua saya minta maaf atas ketidaknyamanan itu, baik kepada organisasi wartawan. Mereka ini berjalan di atas tugas, tapi tetap tak boleh juga berada dalam ancaman-ancaman begitu," kata mantan Bupati OKU Timur ini.


Kasus itu bermula usai acara UMKM di Palembang Trade Center (PTC), Sabtu (10/11). Usai acara, beberapa wartawan mencoba mewawancarai Herman Deru. Namun, pengawal menghalang-halangi wartawan yang mencoba mewawancari Herman Deru.

Akibatnya terjadi dorong-dorongan dan cekcok. Kejadian itu dilerai oleh Staf Khusus Bidang Media Gubernur. Atas kejadian itu, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Palembang menyesalkan hal tersebut.

"Menyesalkan tindakan yang dilakukan pengawal kepala daerah yang terlalu berlebihan terhadap jurnalis. Kejadian tersebut tidak perlu terjadi jika para pengawal memahami peran dan kerja jurnalis," kata Ketua AJI Palembang, Ibrahim Asryadi. (asp/iy)