DetikNews
Selasa 13 November 2018, 07:44 WIB

Blak-blakan Ma'ruf Amin: 212 Awal Intens Bareng Jokowi

Faiq Hidayat - detikNews
Blak-blakan Maruf Amin: 212 Awal Intens Bareng Jokowi Cawapres KH Ma'ruf Amin (Foto: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Cawapres KH Ma'ruf Amin bercerita awal dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ma'ruf yang merupakan Ketum MUI sering berdiskusi saat menjelang aksi massa pada 2 Desember 2016 atau 'Aksi 212'.

"Dari hasil pembicaraan, kemudian ada semacam chemistry, kok ada kecocokan-kecocokan ide-ide, gagasan. Dari situ saya sering bertemu, bahkan sering juga tampil bersama dalam event-event tertentu. Bahkan kita sering zikir bersama," kata Ma'ruf Amin saat ditemui detikcom, Sabtu (10/11/2018).



Ma'ruf memang mengeluarkan fatwa terkait pernyataan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) soal surat Al-Maidah. Pernyataan tersebut dianggap menistakan agama Islam.

Setelah fatwa itu keluar, muncul gerakan aksi massa menuntut polisi untuk memproses hukum Ahok yang sedang mencalonkan Gubernur DKI di Pilkada 2017. Aksi massa itu dikenal Gerakan Nasional Pembela Fatwa MUI (GNPF MUI) dan Aksi Bela Islam I pada 4 November 2016 (Aksi 411). Sebulan kemudian digelar Aksi Bela Islam II pada 2 Desember 2016 (aksi 212).

Ma'ruf mengaku dalam pelaksanaan aksi tersebut sempat menengahi Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Sebab adanya perbedaan tempat pelaksanaan aksi tersebut. Habib Rizieq Syihab ingin aksi digelar di Thamrin, namun Jenderal Tito Karnavian ingin aksi itu digelar di Masjid Istiqlal.

"Pak Tito maunya di Istiqlal, Habib Rizieq maunya di Thamrin. Wah, itu berbahaya. Oleh karena itu, saya sarankan di Monas karena tengah-tengah," ungkap Ma'ruf.

Saat aksi 212 tersebut, Ma'ruf juga sempat menyarankan Jokowi ikut salat Jumat bersama peserta aksi di Lapangan Monas. Jokowi mengikuti saran Ma'ruf dengan berjalan bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah menteri dari Istana Merdeka menuju Lapangan Monas dalam kondisi diguyur hujan.

Usai Ahok divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Ma'ruf langsung membubarkan GNPF MUI dan gerakan massa aksi 212. Dia mengaku tidak setuju dengan mereka yang menyebut diri sebagai Presidium Alumni 212 maupun GNPF Ulama. "Buat apa?" kata.

Singkat cerita, Ma'ruf dan Jokowi kian intens sering bertemu diskusi membahas pembangunan bangsa hingga ekonomi keumatan. Jokowi pun melirik Ma'ruf Amin yang menggagas arus baru ekonomi Indonesia untuk mendampingi di Pilpres 2019.

"Tetapi saya tidak tahu beliau memilih saya jadi calon wakil presiden, itu di luar dugaan saya," kata Kiai Ma'ruf.
(fai/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed