DetikNews
Kamis 08 November 2018, 13:52 WIB

Melihat Geliat Kampus IAIN Palu Pasca Gempa dan Tsunami

Azizah Nur Rizqi - detikNews
Melihat Geliat Kampus IAIN Palu Pasca Gempa dan Tsunami Aktivitas perkuliahan di IAIN Palu sudah aktif sejak Kamis (1/11) minggu lalu (Foto: Azizah Nur Rizqi/detikcom)
Palu - Kampus IAIN Palu yang terdampak gempa bumi dan tsunami yang terjadi pada akhir September lalu tampak mulai berbenah. Kegiatan perkuliahan yang sempat diliburkan sebulan, mulai aktif Kamis (1/11).

Tampak tenda-tenda darurat didirikan di beberapa titik di halaman Kampus IAIN Palu. Beberapa mahasiswa tampak sedang beristirahat dan berteduh demi menghindari panas yang menyengat.

Kegiatan perkuliahan dilakukan di tenda lantaran beberapa bangunan kampus sudah rapuh dan tak lagi aman untuk digunakan. Kuliah dilakukan seperti biasa, menggunakan materi yang difotokopi.


Beberapa tenda didirikan untuk perkuliahanBeberapa tenda didirikan untuk perkuliahan (Foto: Azizah Nur Rizqi/detikcom)

"(Kegiatan perkuliahan) Ada di tenda, di masjid, sama di lantai 1 sama 2. Kalau di atasnya lagi ndak bisa. Tangganya sudah rapuh. Bagian belakang kampus roboh semua, ada bagian yang tergenang. Kena air waktu tsunami," jelas Andriani, mahasiswa semester 3 jurusan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) IAIN Palu saat ditemui di lokasi, Jalan Diponegoro, Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (8/11/2018).

Rekan Andriani, Ayu, juga merasa takut saat kuliah di dalam ruangan. Ia khawatir gedung perkuliahan roboh sewaktu-waktu.

"Perpusatakaan itu di depannya masih banyak tergenang. Kami nggak berani masuk, takut roboh. Waktu kuliah di dalam juga takut sebenarnya, kan bangunannya sudah tua juga. Takut nanti ambruk," ujar Ayu.


Ayu menjelaskan satu tenda dapat dipakai kuliah sampai tiga kelas sekaligus. Ia juga mengatakan ada beberapa temannya yang masih trauma sehingga belum bisa mengikuti kegiatan perkuliahan.

"Satu tenda itu dipakai beberapa jurusan. Jadi tiga jurusan kuliah bersama. Kalau ndak muat di mesjid. Tapi kan masih ada yang belum masuk, masih ada yang trauma juga. Masih ada yang di kampung sama orang tuanya," jelas Ayu.

Meskipun menuntut ilmu dengan keterbatasan tempat, Ayu dan Andriani mengaku kondisi pemulihan pasca gempa ini tidak akan menghalangi mereka untuk belajar.

Perkuliahan hanya digelar di lantai 1 dan 2. Sebab lantai yang lebih tinggi berisiko roboh karena bangunan yang rapuhPerkuliahan hanya digelar di lantai 1 dan 2. Sebab lantai yang lebih tinggi berisiko roboh karena bangunan yang rapuh (Foto: Azizah Nur Rizqi/detikcom)


Sebelumnya, Rektor IAIN Palu Sagaf S Pettalongi menjelaskan bahwa sejak terjadinya gempa dan tsunami pada 28 September lalu, IAIN Palu meliburkan kegiatan perkuliahan satu bulan lamanya. Perkuliahan baru dimulai kembali terhitung sejak Kamis (1/11) dan berlangsung di tenda-tenda darurat.

"Ini ada beberapa hal, selain karena dahsyatnya gempa dan tsunami yang terdampak luar biasa, ada 2 hal yang kami rasakan begitu berat. Pertama tsunami karena menerjang kampus kami dan ada 3 gedung yang hilang terbawa tsunami, yaitu gedung kuliah, gedung IT, dan gedung arsip. Nyaris semua arsip-arsip itu hilang," jelas Sagaf.

Selain itu, Sagaf merasa berat karena Kampus IAIN menjadi sasaran penjarahan. Hampir semua perangkat yang ada di Kampus IAIN Palu tak luput dijarah, seperti AC, meja, dan lebih dari 3.000 kursi.

Baca Juga: Kisah Pengungsi Palu Sebulan Hidup di Kandang Bebek
(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed